Transformasi Kesehatan Diperkuat di PLBN Entikong, Fokus Cegah Tangkal Penyakit
- 03 Apr 2026 11:41 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kawasan perbatasan kembali menjadi sorotan seiring penguatan sistem kesehatan di PLBN Entikong. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap potensi risiko penyakit lintas negara.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Alat Angkut dan Barang, Farid Ayumi, mengungkapkan pentingnya transformasi layanan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara.
Ia menyebutkan terdapat enam transformasi kesehatan yang tengah dijalankan secara bertahap dan terintegrasi. Transformasi tersebut meliputi layanan primer, sistem rujukan, SDM kesehatan, teknologi kesehatan, serta pembiayaan kesehatan.
“Enam transformasi ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem kekarantinaan kesehatan di PLBN Entikong,” kata Farid Ayumi dalam dialog Indonesia Cerdas RRI Sanggau, Jumat 3 April 2026.
Selain itu, katanya, kekarantinaan kesehatan di PLBN Entikong juga berfokus pada upaya cegah tangkal penyakit. Fokus ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas orang dan barang di wilayah perbatasan.
Menurut Farid dalam pelaksanaannya, terdapat empat tim utama yang bertugas melakukan pengawasan secara menyeluruh. Keempat tim tersebut yakni tim pengawasan orang, tim pengawasan barang, tim pengawasan alat angkut, dan tim pengawasan kendaraan.
Dimana, setiap tim memiliki peran spesifik dalam mendeteksi dan mencegah potensi risiko kesehatan. Koordinasi antartim menjadi kunci agar pengawasan berjalan efektif dan responsif terhadap situasi lapangan.
Farid juga mengungkapkan adanya rencana kebijakan pusat pada pertengahan tahun 2026 mendatang. Kebijakan tersebut berupa deklarasi “All Indonesia” yang akan memperkuat sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.
Menghadapi rencana tersebut, kata Farid kekarantinaan di PLBN Entikong terus meningkatkan koordinasi lintas sektor. Sinergi dengan berbagai pihak di perbatasan diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dan respons dini terhadap ancaman kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....