Perubahan Perilaku Hambat Percepatan ODF di Sanggau

  • 31 Mar 2026 18:15 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori mengatakan, perubahan perilaku masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan desa bebas buang air besar sembarangan. Kondisi ini dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk mendorong percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

“Karena untuk supaya masyarakat stop buang air besar sembarangan itu tidak semudah itu, karena itu menyangkut perilaku masyarakat,” ujar Najori pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, kebiasaan yang sudah berlangsung lama tidak bisa diubah secara instan tanpa pendekatan yang tepat. Edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terus dilakukan secara bertahap di tingkat desa.

“Kita perlu dukungan dari beberapa pihak termasuk dari PUPR, untuk membantu membuat WC. Begitu juga dukungan dari perusahaan atau CSR supaya desa yang belum ODF bisa kita dorong,” katanya.

Selain dukungan lintas sektor, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sanitasi juga menjadi perhatian. Upaya gotong royong dinilai penting untuk mempercepat ketersediaan fasilitas dasar di lingkungan masing-masing.

“Kalau hanya mengandalkan dana desa mungkin tidak cukup. Artinya, bagaimana masyarakat itu bisa bergotong royong dan memanfaatkan dukungan dari pihak lain,” ungkapnya.

Najori mengungkapkan, keterbatasan sarana sanitasi masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama pada desa yang belum memiliki akses jamban layak. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan program ODF di lapangan belum berjalan optimal di beberapa daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....