Dari Beban Lingkungan, Sampah Paser Kini Diubah Jadi Energi Ramah

  • 24 Mar 2026 06:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser — Persoalan sampah masih menjadi isu krusial di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Paser. Lonjakan volume sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) mendorong pemerintah daerah mencari solusi cepat dan berkelanjutan.

Pada 2023, produksi sampah di Paser mencapai 121 ton per hari, sementara daya tampung TPA hanya sekitar 75 ton. Ketimpangan ini memicu risiko penumpukan sampah yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bupati Paser, Fahmi Fadli, menyebut kondisi tersebut menjadi titik awal perubahan kebijakan pengelolaan sampah di daerahnya. Pemerintah daerah kemudian mengembangkan sistem pengolahan berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif solusi.

“Permasalahan sampah tidak bisa ditangani dengan cara lama. Harus ada inovasi agar sampah memiliki nilai ekonomis,” ujarnya, dikutip dari rilis Media Center Pemkab Paser pada Selasa, 24 Maret 2026.

Penggunaan teknologi RDF dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi volume sampah dan menghasilkan bahan bakar alternatif. Sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan diolah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan industri.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai langkah Paser sebagai contoh percepatan penanganan sampah berbasis inovasi daerah. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

“RDF memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik, terutama dari sisi kualitas dan nilai kalorinya,” katanya.

Namun demikian, pengamat lingkungan menilai tantangan ke depan tidak hanya pada pembangunan fasilitas, tetapi juga keberlanjutan sistem. Konsistensi pemilahan sampah dari sumber, partisipasi masyarakat, serta pengawasan operasional menjadi kunci keberhasilan.

Selain itu, ketergantungan pada industri sebagai pengguna RDF juga dinilai perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam rantai pengelolaan sampah.

Dengan dukungan investasi dan kolaborasi berbagai pihak, Pemkab Paser menargetkan pengelolaan sampah berbasis zero waste dapat berjalan optimal. Transformasi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan krisis sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi serta lingkungan yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....