HPI Manggarai Perkuat Peran Jaga Alam dan Pariwisata Berkelanjutan

  • 11 Mar 2026 21:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kabupaten Manggarai terus berupaya berperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata sekaligus menjaga kelestarian alam dan pariwisata yang ada di kabupaten Manggarai.

Ketua HPI Manggarai, Yulianus Irwan Sagur, dalam program Komunitas Bicara di RRI Ende, Selasa malam 9 Matet 2026 menjelaskan organisasi pramuwisata di Manggarai mulai terbentuk pada tahun 2020, bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. "Terbentuknya HPI, saat itu masih Covid kaka," ujar Irwan.

Pembentukan organisasi ini berangkat dari kesadaran para pelaku pariwisata, khususnya pemandu wisata, untuk memperkuat peran dalam pengembangan pariwisata daerah. Irwan yang telah bekerja sebagai pramuwisata sejak tahun 2015 menyebut pengalamannya di bidang tersebut terus mendorong dirinya bersama HPI Manggarai untuk aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Edukasi tersebut dilakukan bersama wisatawan, menyasar pelajar di sejumlah sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA. "Kita masuk di sekolah-sekolah, tingkat SD hingga SMA untuk memberikan pemahaman dan edukasi terkait dengan pentingnya menjaga lingkungan," kata Irwan.

Irwan mengisahkan pada awal pembentukan, HPI Manggarai hanya beranggotakan 28 orang. Seiring perkembangan pariwisata, jumlah anggota terus bertambah dan pada tahun 2024 tercatat sembilan anggota baru bergabung sehingga total anggota kini mencapai 37 orang.

Dirinya menegaskan, HPI sendiri merupakan organisasi profesi yang bersifat non-politik dan memiliki struktur berjenjang dari tingkat nasional hingga daerah. Para anggotanya sebagian besar merupakan pramuwisata profesional yang bekerja di berbagai destinasi wisata, khususnya di wilayah Manggarai Barat.

Dalam mendukung pengembangan pariwisata di Manggarai, HPI turut mendorong konsep “Manggarai Land of Harmony” yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dengan alam, manusia dengan budaya, serta hubungan antarsesama manusia. Irwan menilai kondisi alam di Manggarai hingga kini masih terjaga dengan baik.

Salah satu contoh yang menjadi daya tarik wisata adalah kawasan persawahan berbentuk jaring laba-laba yang dikenal sebagai salah satu lanskap unik di daerah tersebut. Selain melakukan promosi wisata, HPI juga terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk aksi pembersihan sampah plastik di sejumlah objek wisata.

Organisasi ini juga rutin mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pramuwisata melalui pelatihan dan diskusi. Dalam beberapa kegiatan, HPI menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, termasuk tenaga medis yang memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan.

Selain itu, HPI juga melakukan pendataan potensi wisata di Manggarai, termasuk pengembangan agrowisata yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Irwan menambahkan profesi pramuwisata memiliki tantangan dan risiko pekerjaan yang cukup tinggi.

Ia menilai, organisasi mendorong para anggotanya memiliki perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta dilengkapi lisensi dan sertifikat kompetensi.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuat wisatawan semakin mudah memperoleh informasi mengenai destinasi wisata. Kondisi ini menuntut pramuwisata untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan.

Irwan juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....