Rabies pada Ternak Babi Ditemukan Kembali di Sikka

  • 09 Mar 2026 01:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Sikka - Kasus rabies pada ternak babi kembali ditemukan di Kabupaten Sikka sehingga menimbulkan kewaspadaan masyarakat dan peternak setempat. Temuan tersebut terungkap setelah Dinas Pertanian Kabupaten Sikka menerima laporan spesimen hewan yang diperiksa melalui laboratorium veteriner daerah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Drh. Quartus Jenus Keupung, menjelaskan perkembangan terbaru dari kasus rabies tersebut. "Hingga awal tahun 2026 terdapat 14 spesimen hewan diperiksa dengan 1 hasil positif," ujar Quartus kepada RRI Rabu, 4 Maret 2026.

Kasus rabies positif tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Magepanda tepatnya Desa Done yang terbukti setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium veteriner. Sampel yang diperiksa berasal dari kepala anjing yang sebelumnya dilaporkan menunjukkan gejala klinis rabies oleh masyarakat setempat.

Quartus menjelaskan penularan rabies pada ternak babi sebelumnya terjadi setelah hewan tersebut digigit anjing yang terinfeksi oleh virus rabies. "Setelah 2 minggu pasca gigitan, babi menunjukkan perubahan perilaku seperti agresif dan takut dengan air sebelum akhirnya mati, "ucap quartus.

Ia menambahkan bahwa rabies merupakan penyakit zoonosis yang memiliki potensi penularan tinggi kepada manusia melalui gigitan hewan. Karena itu masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan hewan dengan gejala rabies di lingkungan sekitar, kata quartus.

Selain pengawasan kasus, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka juga terus melakukan pemeriksaan spesimen hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebaran virus rabies dapat dipantau serta ditangani sejak dini oleh petugas.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap interaksi dengan hewan peliharaan maupun liar. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies terus dilakukan agar risiko penularan kepada manusia dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....