TPID Siapkan Intervensi Harga Cabai

  • 04 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang meninjau komoditas cabai dan ayam potong menjelang hari raya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan.

Peninjauan dilakukan usai high level meeting (HLM) TPID yang membahas kondisi inflasi berdasarkan data lapangan dan rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Dari hasil pembahasan, harga cabai di pasar masih bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram, meski harga dari petani sekitar Rp80 ribu.

“Walaupun sudah ada pasokan dari luar seperti Jawa Tengah dan Banyuwangi, harga di pasar masih tinggi,” ujar Wahyu, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menyebut Kota Malang memiliki potensi lahan cabai sekitar 40 hektare di Kedungkandang dan 25 hektare di Merjosari, Lowokwaru. Dengan potensi tersebut, ketersediaan stok dinilai seharusnya bisa mencukupi kebutuhan lokal.

TPID kini memetakan langkah intervensi, termasuk kemungkinan mengaktifkan Warung Tekan Inflasi (WTI). Skema ini menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membeli cabai dari sumber dengan harga Rp80 ribu dan menjualnya kembali dengan harga yang sama guna menekan harga pasar.

“Kita tidak ingin petani dirugikan, tapi harga beli masyarakat juga jangan terlalu tinggi,” tegasnya.

Hasil peninjauan hulu dan hilir akan menjadi dasar keputusan intervensi agar harga cabai dan ayam tetap stabil menjelang hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....