Kenaikan Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng Picu Inflasi Kota Malang Mei 2026

  • 02 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode tersebut.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin mengatakan, inflasi bulanan pada Mei 2026 terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,06 persen terhadap inflasi umum.

“Komoditas utama penyumbang inflasi secara bulanan antara lain cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, vitamin, dan pizza,” katanya, Selasa (2/6/2026).

Selain mengalami inflasi bulanan, Kota Malang juga mencatat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 1,22 persen hingga Mei 2026. Sama seperti inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,39 persen.

Adapun komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahun kalender adalah emas perhiasan, minyak goreng, daging sapi, sigaret kretek mesin (SKM), dan jeruk.

Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/y-on-y), Kota Malang mengalami inflasi sebesar 3,10 persen dibandingkan Mei 2025. Inflasi tahunan tersebut juga didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 1,22 persen terhadap inflasi umum.

“Komoditas utama penyumbang inflasi tahunan meliputi emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, beras, dan minyak goreng,” ungkapnya.

Umar menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Mei 2026 tidak terlepas dari faktor cuaca. Anomali cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan produksi dan pasokan beberapa komoditas hortikultura mengalami gangguan.

“Kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah dipengaruhi oleh keterbatasan produksi dan pasokan akibat anomali cuaca ekstrem,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi. Pada Mei 2026 tercatat terjadi kenaikan harga sejumlah jenis BBM dibandingkan April 2026, khususnya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Di sisi lain, perkembangan harga emas dunia yang menunjukkan tren penurunan turut berdampak pada produk turunannya, termasuk emas perhiasan yang masih menjadi salah satu komoditas dengan kontribusi besar terhadap inflasi tahunan di Kota Malang.

Secara regional, dari 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur yang mengalami inflasi pada Mei 2026, Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,18 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,37 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Probolinggo sebesar 0,03 persen.

BPS menilai perkembangan inflasi Kota Malang pada Mei 2026 masih berada dalam kondisi yang terkendali, meskipun tetap perlu diwaspadai terutama terkait fluktuasi harga komoditas pangan yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan pasokan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....