Sertijab Kepala Sekolah se-Kota Batu Digelar di SDN Terjauh

  • 04 Mar 2026 12:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - SDN Tulungrejo 03 yang terletak di Kecamatan Bumiaji, dikenal sebagai salah satu sekolah dasar dengan lokasi paling jauh dari pusat Kota Batu. Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, sekolah ini justru dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah se-Kota Batu.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batu ini merupakan rangkaian lanjutan dari proses pelantikan kepala sekolah yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Wali Kota Batu. Dengan menggelar acara di SDN Tulungrejo 03, Dinas Pendidikan ingin menegaskan komitmen bahwa mutu kepemimpinan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, tanpa terkecuali.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa sertijab ini merupakan prosedur kepegawaian yang wajib dilaksanakan. "Prosesi ini adalah tindak lanjut dari pelantikan yang sudah berlangsung. Ini adalah mekanisme standar yang harus dijalankan sesuai aturan," jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutannya, Alfi mengingatkan para kepala sekolah yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab penuh serta mematuhi regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya sikap kepemimpinan yang meneladani nilai-nilai Ki Hajar Dewantara. "Jangan sampai jabatan membuat seseorang bertindak semena-mena. Pegang teguh filosofi 'Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani' dalam memimpin," tandasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa posisi kepala sekolah memiliki peran yang sangat menentukan dalam kemajuan institusi pendidikan. Kualitas sekolah, baik dari aspek manajerial, kompetensi pendidik, maupun prestasi siswa, sangat dipengaruhi oleh kapasitas pemimpinnya.

Kepala sekolah didorong untuk menciptakan perubahan yang konstruktif melalui penguatan budaya mutu, pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, kerja tim yang solid, serta sistem manajemen yang terbuka dan evaluatif.

"Para kepala sekolah yang baru adalah mereka yang terpilih karena memenuhi persyaratan teknis, akademis, maupun administratif. Jangan sampai bekerja hanya demi status atau jabatan, apalagi sekedar menjalankan rutinitas tanpa adanya upaya peningkatan kualitas," tegasnya.

Alfi juga mengingatkan tantangan dunia pendidikan di era disrupsi teknologi. Menurutnya, siswa sekarang hidup di tengah arus informasi digital yang sangat deras. "Kita telah memasuki era disrupsi, bahkan menuju society 5.0. Anak-anak kita sangat dekat dengan gawai dan informasi dunia maya. Teknologi tak bisa kita hindari, tetapi harus kita arahkan untuk hal positif. Di sini, guru dan kepala sekolah memegang peran sentral dalam membimbing siswa agar terhindar dari dampak negatif teknologi," paparnya.

Ia berharap para kepala sekolah dapat menjaga komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik secara akademik maupun dalam pembentukan karakter. Kepala sekolah harus mampu memacu prestasi, memperkuat manajemen sekolah, dan menjaga integritas moral agar tidak terjadi kemandekan atau penurunan kualitas.

Di samping itu, Alfi mengingatkan agar para kepala sekolah berhati-hati dalam mengambil kebijakan, khususnya terkait penambahan tenaga pendidik maupun kependidikan. "Jika ada kendala kepegawaian, konsultasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Kota Batu," pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....