Dinsos Kaltim Berikan Layanan Psikososial Korban Kebakaran Paser

  • 03 Mar 2026 10:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menangani dampak kebakaran hebat di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Tidak hanya mendirikan dapur umum, Dinas Sosial Kaltim juga menghadirkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para penyintas.

Kebakaran yang terjadi pada 26 Februari 2026 itu menghanguskan 45 unit rumah dan berdampak pada 58 kepala keluarga atau 173 jiwa. Sehari berselang, sejak 27 Februari 2026, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.

Tim tersebut terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Sosial Kabupaten Paser, BPBD Kabupaten Paser, serta relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain menyiapkan makanan melalui dapur umum, mereka juga memberikan pendampingan psikososial di lokasi pengungsian.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Achmad Rasyidi, menegaskan penanganan korban bencana tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik.

“Kegiatan hari ini masak sekaligus kegiatan LDP,” ujar Achmad Rasyidi, Minggu 1 Maret 2026, dilansir dari laman Pemprov Kaltim.

Menurutnya, LDP menjadi aspek krusial dalam masa tanggap darurat. Pasalnya, penyintas bencana umumnya mengalami syok, panik, hingga mati rasa secara emosional sesaat setelah kejadian.

Ia menjelaskan, layanan tersebut bertujuan membantu korban merasa lebih aman dan terkendali, sekaligus memberi ruang untuk mengekspresikan emosi yang muncul secara wajar.

“LDP berfungsi membantu korban setidaknya merasa lebih aman dan terkendali, serta memberi ruang bagi korban untuk menyadari bahwa reaksi emosional mereka seperti menangis, marah, atau takut adalah hal yang wajar dalam situasi yang tidak wajar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendampingan psikososial juga penting untuk mencegah dampak jangka panjang. Tanpa penanganan yang tepat, trauma ringan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan menghambat proses pemulihan.

Melalui pendekatan terpadu antara pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan mental, Dinsos Kaltim berharap para penyintas dapat bangkit secara bertahap dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....