BPS Kaltim: Momentum Ramadan dan Imlek Dorong Kenaikan Harga
- 03 Mar 2026 06:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur merilis perkembangan inflasi Februari 2026 dalam rilis resmi, Senin 2 Maret 2026. Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, menjelaskan sejumlah indikator strategis menunjukkan adanya pengaruh momentum Ramadan dan perayaan Imlek terhadap pergerakan harga di daerah.
Sebelum memaparkan data utama, Mas’ud menyampaikan beberapa catatan peristiwa yang dinilai berkontribusi terhadap dinamika inflasi bulan laporan. Momen Ramadan serta libur panjang Imlek pada 16–17 Februari 2026 mendorong peningkatan permintaan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, pakaian, hingga jasa transportasi.
Selain faktor musiman, BPS juga mencermati adanya kenaikan tarif angkutan udara yang terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Permintaan perjalanan yang tinggi selama periode libur panjang turut memberikan tekanan pada kelompok pengeluaran transportasi. Mas'ud menyebut, inflasi bulan ke bulan Februari 2026 tercatat sebesar 0,6 persen. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun mencapai 4,64 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,64 persen.
“Inflasi bulan ke bulan sebesar 0,6 persen diduga didorong adanya momen Ramadan yang meningkatkan permintaan masyarakat,” ujar Mas’ud. Ia menambahkan pola konsumsi menjelang Ramadan umumnya mengalami kenaikan dibanding bulan biasa.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2026 adalah emas perhiasan dengan andil 0,18 persen, disusul angkutan udara sebesar 0,15 persen, dan cabai rawit sebesar 0,12 persen. Selain itu, daging ayam ras dan bahan bakar rumah tangga juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi bulan ini.
BPS mencatat harga emas mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Pada Februari 2025 harga emas rata-rata sebesar Rp1.678.000 per gram, kemudian naik menjadi Rp2.860.000 pada Januari 2026, dan kembali melonjak menjadi Rp3.850.000 per gram pada Februari 2026.
Menurut Mas’ud, lonjakan harga emas tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga dinamika global yang mendorong peningkatan permintaan terhadap instrumen lindung nilai. Kondisi ini turut berdampak pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat inflasi tertinggi secara bulanan.
Mas'ud menambahkan, tekanan Ramadan tahun ini terbagi antara Februari dan Maret karena pergeseran kalender Hijriah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih terkonsentrasi pada satu bulan, pembagian tekanan ini membuat pola inflasi 2026 terlihat lebih moderat pada awal periode.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....