Dua SMAK Sikka Diusulkan Jadi Negeri

  • 26 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Komitmen penguatan mutu pendidikan Katolik di Kabupaten Sikka memasuki babak strategis. Pertemuan yang berlangsung di Lepo Bispu, Senin, 23 Februari 2026, mempertemukan Edwaldus Martinus Sedu dan Albertus Triyatmojo untuk menyepakati langkah bersama penegerian dua SMAK.

Dua lembaga yang diusulkan dalam program tersebut yakni SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e. Usulan ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pendidikan bermutu di wilayah kepulauan dan daerah terpencil Kabupaten Sikka.

Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI menegaskan, penegerian merupakan bentuk keberpihakan negara dalam memperkuat layanan pendidikan keagamaan. Menurutnya, perubahan status tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menyentuh transformasi tata kelola dan pembiayaan.

Ia menjelaskan, sekolah berstatus negeri akan memperoleh dukungan anggaran yang lebih stabil dan terukur. Selain itu, akses terhadap peningkatan kompetensi guru serta pengembangan sarana prasarana berbasis standar nasional akan semakin terbuka.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengawal proses sesuai regulasi secara transparan dan akuntabel. Tahapan administratif hingga verifikasi aset dan dokumen akan dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Albertus juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Gereja sebagai pemangku kepentingan utama. Kesiapan yayasan, kejelasan aset, serta komitmen bersama menjadi prasyarat agar proses berjalan tertib dan terarah.

Menurutnya, identitas dan nilai iman Katolik harus tetap menjadi ruh pendidikan meski berstatus negeri. Sekolah diharapkan tetap melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus berintegritas.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Maumere menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Ia menilai kehadiran negara memperkuat pelayanan pendidikan Gereja di Nian Tana Sikka tanpa menghilangkan kekhasannya.

Penegerian ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka. Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Keuskupan Maumere, pemerintah daerah, dan elemen Gereja diharapkan memperkokoh sistem pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....