Bupati Ipuk Deklarasikan Banyuwangi ASRI

  • 18 Feb 2026 22:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi- Bupati Ipuk Fiestiandani mendeklarasikan gerakan Banyuwangi ASRI yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Banyuwangi, Rabu, 18 Februari 2026. Program tersebut merupakan akselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Deklarasi digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD) yang diikuti berbagai unsur masyarakat. Peserta terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, pelajar, mahasiswa, kelompok sadar wisata, perwakilan pondok pesantren, serta masyarakat umum.

Turut hadir Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto, Danlanal Letkol Laut (P) Puji Santoso, Kajari Banyuwangi AO Mangontan, serta Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

“Hari ini kita memulai gerakan besar, selaras dengan arah kebijakan Bapak Presiden. Beliau mengatakan, sampah itu bencana, sampah itu penyakit, dan diproyeksikan hampir seluruh TPA di Indonesia mengalami overcapacity pada 2028. Maka Banyuwangi tidak boleh menunggu, dan hari ini kita mulai dengan aksi nyata,” ujar Ipuk, Rabu 18 Februari 2026.

Usai deklarasi, peserta tidak hanya membacakan komitmen bersama, tetapi langsung melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang area pantai. Ribuan masyarakat terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi ASRI bukan sekadar program kebersihan, tetapi memiliki indikator kerja berkelanjutan yang terintegrasi dalam berbagai aspek pembangunan. Pada aspek aman, penguatan keamanan wilayah dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, termasuk integrasi CCTV dan pemberantasan penyakit sosial.

Pada aspek sehat, Pemkab Banyuwangi memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif. Masyarakat didorong menjalani pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, meningkatkan sanitasi layak, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pada aspek resik, pemerintah daerah mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah, memperkuat pemilahan sampah rumah tangga, menggalakkan pengurangan plastik sekali pakai, serta kerja bakti rutin di seluruh wilayah. Pemerintah juga mendorong perubahan budaya masyarakat dengan meluangkan waktu 10 hingga 15 menit setiap hari untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada penguatan ruang terbuka hijau, penataan kawasan, penguatan seni budaya lokal, hingga pengembangan ekowisata. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Ipuk menegaskan, gerakan ASRI merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Intinya, ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemda, bukan juga tugas TNI-Polri. Mari kita tandang bareng mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari lingkungan terkecil,” ujar Ipuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....