Gebrakan Bupati Dian, Utang Kuningan Nyaris Nol

  • 12 Feb 2026 18:26 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan kondisi keuangan daerah yang lebih sehat dalam dua tahun ke depan. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyatakan, upaya pengetatan belanja yang dijalankan sejak setahun terakhir mulai menunjukkan hasil dan membuka peluang Kuningan terbebas dari utang.

Hal itu disampaikan Dian saat berbincang dengan wartawan di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kamis, 12 Februari 2026. Ia berharap pada 2027 APBD Kuningan dapat berjalan tanpa beban utang.

“Mohon doanya, 2027 kita mulai dengan APBD nol utang. Dalam waktu kurang dari setahun, gagal bayar sudah kita bereskan dan kewajiban yang ada mulai terurai,” kata Dian.

Menurutnya, titik awal yang dihadapi pemerintahannya tidak ringan karena kondisi kas daerah berada dalam posisi defisit. Situasi tersebut, kata dia, berbeda dengan sejumlah daerah lain yang memulai pembangunan dari posisi fiskal lebih longgar.

Untuk menahan laju pengeluaran, Pemkab Kuningan memangkas belanja perjalanan dinas hingga sekitar 50 persen serta mengurangi agenda seremonial. Langkah itu dibarengi penataan ulang prioritas program di tiap perangkat daerah.

Dian menuturkan, jajarannya didorong meninggalkan program rutin yang dinilai kurang berdampak dan mengalihkan anggaran ke kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga. “Anggaran besar belum tentu efektif. Yang penting tepat sasaran,” ujarnya.

Ia mencontohkan sektor pertanian sebagai salah satu fokus. Bantuan benih bersertifikat dan subsidi pupuk bagi kelompok tani disebut mampu mendorong frekuensi panen dari dua menjadi tiga kali setahun.

Perbaikan kinerja ekonomi, lanjut Dian, mulai tercermin pada sejumlah indikator makro. Berdasarkan data BPS yang ia paparkan, laju pertumbuhan ekonomi Kuningan berada di atas rata-rata Jawa Barat dan nasional, bahkan sempat menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa pada kuartal kedua. Angka kemiskinan juga diklaim turun sekitar 0,2 poin, penurunan yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Terkait infrastruktur jalan yang masih dikeluhkan warga, Dian meminta masyarakat memberi waktu. Ia menyebut dalam delapan bulan terakhir sudah ada 116 ruas jalan yang diperbaiki.

“Tahun ini kita targetkan sekitar 130 ruas lagi. Setiap rupiah kita arahkan ke program yang dampaknya terasa,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....