DKPP Cirebon Minta Kajian Matang Impor Sapi Perah
- 10 Feb 2026 16:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Wacana impor sapi perah mencuat seiring keterbatasan produksi susu nasional. Kebijakan ini pun menjadi perhatian kalangan peternak di daerah, termasuk di Kota Cirebon.
Ketua Tim Kerja Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Cirebon , Adi Wihardi, SST, menyampaikan bahwa Jawa Barat sejatinya memiliki potensi sapi perah yang cukup besar. Daerah seperti Kuningan, Bandung Barat, Bandung, hingga sebagian wilayah Cianjur.
Menurutnya, impor sapi perah perlu dikaji secara matang agar tidak merugikan peternak rakyat. “Menurut saya pribadi memang dari peternak juga khawatirnya tuh tidak terserap produksinya ya, walaupun memang bagus kalo memang larinya ke peternak memang bagus,” ujarnya pada RRI Senin, 9 Februari 2026.
Adi Wihardi menyebut bibit sapi perah unggul dari Eropa seperti sapi bos taurus salah satunya, mampu menghasilkan susu hingga di atas 15 liter per hari. Namun, ia mengingatkan agar distribusinya tidak hanya dikuasai perusahaan besar.
“Kalau hanya kepada perusahaan tertentu dan ke masyarakat tidak di gulirkan maka itu akan merugikan peternak itu sendiri,” katanya. Kekhawatiran tersebut menjadi suara yang banyak disampaikan pelaku usaha peternakan.
Ia menambahkan, keberpihakan kebijakan sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlanjutan peternak lokal. Peternak rakyat harus menjadi bagian dari rantai produksi nasional.
Menurut Adi, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan impor tetap melindungi peternak dalam negeri. Dengan demikian, peningkatan produksi susu dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....