Hari Jadi Cirebon ke-599, Wali Kota Cirebon Tegaskan Dasar Sejarah Kota

  • 16 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon memperingati Hari Jadi Cirebon ke-599 melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Griya Sawala. Peringatan tersebut bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dan berlangsung dalam suasana khidmat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.AP., M.SI mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai sarana refleksi atas pengabdian dan pembangunan yang telah dilakukan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Cirebon ke-599 kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon.

Effendi Edo menegaskan bahwa usia Cirebon yang kini mencapai 599 tahun merupakan legitimasi historis yang memiliki dasar kuat. Menurutnya, sejarah Cirebon tidak dapat dipisahkan hanya berdasarkan aspek administratif pemerintahan modern.

“Pemerintah Kota Cirebon berpijak pada landasan yang kokoh melalui perubahan Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2024 tentang Hari Jadi Cirebon,” ujar Effendi Edo dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon memperingati Hari Jadi Cirebon ke-599, Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan, regulasi tersebut menetapkan Hari Jadi Cirebon pada 1 Muharam 849 Hijriah berdasarkan kajian sejarah yang mendalam. Penetapan itu dilakukan dengan mempertimbangkan fakta sejarah yang sahih dan bukan sekadar asumsi administratif.

Menurutnya, titik awal penetapan Hari Jadi Cirebon merujuk pada peristiwa babad alas pada tahun 1445 Masehi. Peristiwa tersebut bermula saat Syekh Datul Kahfi menugaskan Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana untuk mendirikan pedukuhan di Kebon Pesisir, Lemahwungkuk yang dikenal sebagai Tegal Alang-Alang.

“Fakta sejarah menunjukkan bahwa momentum yang disepakati sebagai titik awal penetapan ini adalah peristiwa babad alas pada tahun 1445 Masehi,” katanya.

Effendi Edo menambahkan kawasan pemukiman yang dibangun Pangeran Cakrabuana kemudian berkembang dan menjadi fondasi lahirnya Cirebon. Saat peristiwa tersebut terjadi, Pangeran Cakrabuana diketahui masih berusia 23 tahun.

Ia berharap masyarakat tidak melakukan pemisahan antara sejarah kultural Cirebon dengan sejarah Kota Cirebon sebagai wilayah otonom. Menurutnya, seluruh masyarakat saat ini merupakan penerus sah dari perjalanan sejarah panjang dan peradaban Cirebon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....