Pecinta Alam Kalbar Petualangan Berbasis Pelestarian Lingkungan
- 08 Feb 2026 08:28 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Di Kalimantan Barat, komunitas pecinta alam bukan sekadar wadah bagi para petualang, tetapi juga menjadi penggerak pengembangan pariwisata alam dan pelestarian lingkungan. Menjelajah alam kini dipahami sebagai kegiatan yang membutuhkan tanggung jawab besar, mulai dari menjaga ekosistem hingga membangun kesadaran publik tentang pentingnya keberlanjutan.
Dalam Obrolan Green Radio RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026, Igun dari APC Komunitas Pecinta Alam Kalbar mengungkapkan bahwa perkembangan komunitas pecinta alam di Kalbar mengalami peningkatan signifikan sejak 2017. Dahulu kata dia, kegiatan mendaki gunung biasanya harus melalui organisasi tertentu dan komunitas masih sangat terbatas. Namun sekarang, anak muda mulai tertarik pada wisata pegunungan dan kawasan alam, sehingga jumlah komunitas semakin bertambah.
Igun menyebut bahwa perubahan minat generasi muda ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran akan potensi wisata alam di Kalimantan Barat. Mereka tidak hanya mencari pengalaman petualangan, tetapi juga ingin berkontribusi pada pengembangan kawasan wisata secara bertanggung jawab.
Meski begitu, ia juga mengakui bahwa masih ada tantangan, terutama terkait legalitas komunitas. Banyak komunitas baru yang belum memiliki struktur organisasi yang jelas, sehingga penanggung jawab dan mekanisme kegiatan belum tertata dengan baik.
“MAPALA dan SISPALA sudah memiliki AD/ART serta penanggung jawab yang jelas di tingkat kampus maupun sekolah. Namun, banyak KPA yang masih belum mengetahui penanggung jawab mereka kemana, sehingga sering terjadi kebingungan,” jelasnya.
Igun menilai bahwa legalitas komunitas sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, memperkuat koordinasi, serta membangun hubungan yang baik dengan pihak berwenang dan masyarakat setempat. Dengan legalitas, komunitas juga lebih mudah mengakses dukungan untuk kegiatan konservasi dan pariwisata.
Ditambahkannya, bahwa proses pengurusan legalitas tidak rumit, asalkan komunitas memiliki basecamp dan AD/ART yang jelas. Pengajuan dapat dilakukan melalui kecamatan setempat dengan meminta persetujuan camat, namun masih banyak anak muda yang belum mengetahui prosedur ini.
“Kunci utamanya adalah memahami struktur organisasi dan prosedur legalitas. Dengan demikian, komunitas bisa berkembang lebih profesional dan berkontribusi nyata pada pariwisata alam serta pelestarian lingkungan di Kalbar,” ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....