BPS Kabupaten Malang Siap Laksanakan Sensus Ekonomi 2026

  • 05 Feb 2026 16:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menyatakan kesiapan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada bulan Mei hingga Juli mendatang. Sensus ini menjadi pendataan kelima yang dilakukan BPS untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh.

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menjelaskan bahwa sensus ekonomi merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh pelaku usaha dan kegiatan ekonomi, baik skala besar maupun kecil. “Sensus ekonomi adalah pendataan secara menyeluruh terhadap semua kegiatan ekonomi yang ada di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, kecuali sektor pertanian karena sudah memiliki sensus tersendiri,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Kamis (5/2/2026).

Erny menambahkan, sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam. Berbeda dengan survei yang menggunakan sampel, sensus dilakukan kepada seluruh responden. “Kalau sensus itu menyeluruh, sedangkan survei hanya sampel, ibarat mencicipi satu sendok untuk mengetahui satu panci masakan,” ucapnya.

Menurut Erny, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam menyediakan informasi struktur ekonomi suatu wilayah. Data tersebut akan menunjukkan sektor usaha yang dominan, sebaran kegiatan ekonomi, serta karakteristik usaha seperti skala, bentuk badan usaha, dan lama berdiri. “Dengan sensus ini, kita bisa mengetahui potensi ekonomi di setiap wilayah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Sensus Ekonomi 2026 juga akan memotret perkembangan ekonomi digital dan kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan. Pendataan mencakup penggunaan platform digital, pengelolaan limbah, serta penerapan bahan ramah lingkungan. “Ini menjadi pembaruan karena perkembangan usaha saat ini sangat dinamis,” ujarnya.

Terkait metode pendataan, Erny mengatakan bahwa BPS akan melakukan pendataan secara door to door. Meski sebagian kegiatan ekonomi digital tidak tampak secara fisik, petugas tetap akan mendata melalui wawancara langsung. “Pendataan lapangan tetap kami lakukan agar seluruh kegiatan ekonomi bisa tercover,” ucapnya.

Ia mengakui, tantangan dalam sensus ekonomi masih kerap muncul, seperti kekhawatiran pelaku usaha terkait pajak dan perizinan. Namun Erny menegaskan bahwa sensus ekonomi bersifat independen dan tidak berkaitan dengan pajak. “Data yang kami kumpulkan murni untuk statistik dan kebijakan,” ungkapnya.

Erny juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi. Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar. “Sensus ekonomi adalah milik kita bersama. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....