Mahasiswa Keagamaan Dibekali Pencegahan Human Trafficking
- 02 Feb 2026 21:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Mahasiswa keagamaan dibekali pengetahuan dan keterampilan pencegahan human trafficking melalui pelatihan yang digelar di Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Ende, Senin, 2 Februari 2026, guna memperkuat peran mereka sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut juga membahas isu kekerasan berbasis gender (gender-based violence/GBV) yang kerap berkaitan erat dengan praktik perdagangan orang. Mahasiswa dipersiapkan agar memiliki pemahaman yang utuh sekaligus keberanian menyuarakan persoalan tersebut dalam lingkungan pelayanan pastoral dan komunitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Zero Human Trafficking Network atau Sehatin untuk Indonesia. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama STIPAR Ende dengan lembaga internasional Mensen Mitten Misie (MMM) yang berbasis di Belanda.
Koordinator Zero Human Trafficking Network, RD. Agus Duka SVD, mengatakan pelatihan dirancang dengan pendekatan training of trainers yang menyasar mahasiswa dan calon katekis. Kelompok ini dinilai strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat akar rumput.
“Mahasiswa dan calon katekis nantinya menjadi penyampai pesan yang efektif karena mereka hadir langsung dalam kehidupan umat,” ujar RD. Agus. Ia menilai edukasi yang disampaikan figur keagamaan lebih mudah diterima masyarakat.
RD. Agus menjelaskan, berdasarkan riset MMM di wilayah Indonesia Timur, keterlibatan pemimpin agama dalam pencegahan human trafficking dan kekerasan berbasis gender masih tergolong minim. Padahal, suara pemimpin agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran serta mendorong perubahan perilaku sosial.
Salah satu peserta pelatihan, Angelina Vilanova, mengaku memperoleh banyak pemahaman baru terkait isu perdagangan orang dan kekerasan berbasis gender. Ia berharap materi pelatihan yang berlangsung hingga 4 Februari 2026 dapat dibagikan kembali kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....