Pemimpin Agama Didorong Cegah Perdagangan Orang
- 02 Feb 2026 21:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Jaringan internasional mendorong penguatan peran pemimpin agama dalam pencegahan perdagangan orang (human trafficking) dan kekerasan berbasis gender di Nusa Tenggara Timur, khususnya wilayah Flores. Peran pemimpin agama dinilai strategis karena memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kesadaran sosial masyarakat.
Koordinator Zero Human Trafficking Network (Sehatin) Indonesia, RD. Agus Duka SVD, mengatakan keterlibatan aktif pemimpin agama masih tergolong minim dalam isu perdagangan orang dan kekerasan berbasis gender. Hal tersebut terungkap dari hasil riset lembaga internasional Mensen Mitten Missie (MMM) yang berbasis di Belanda.
“Sebagian besar pemimpin agama masih menempatkan isu ini bukan sebagai prioritas utama,” kata RD. Agus saat diwawancarai RRI Ende, Senin, 2 Februari 2026, di sela kegiatan kerja sama internasional di STIPAR Ende.
Menurutnya, perhatian pemimpin agama masih banyak terserap pada aktivitas ritual dan seremoni, sementara persoalan kemanusiaan seperti perdagangan orang belum sepenuhnya terintegrasi dalam pelayanan pastoral dan pembinaan umat.
RD. Agus menjelaskan, pendekatan yang dilakukan melalui program training of trainers dengan menyasar calon katekis dan pendamping umat. Mereka diharapkan menjadi agen edukasi yang mampu menyampaikan pesan pencegahan secara kontekstual di tingkat komunitas.
“Pemimpin agama memiliki otoritas moral yang kuat. Jika mereka berbicara, pesan pencegahan akan lebih didengar dan diikuti masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus perdagangan orang di NTT umumnya dipicu migrasi ilegal akibat kemiskinan, gaya hidup konsumtif, serta tekanan sosial budaya. Melalui penguatan peran pemimpin agama, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran kritis untuk mencegah praktik perdagangan orang sejak dari lingkungan keluarga dan komunitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....