Pemkab Aceh Barat Bahas Kerja Sama Program Gasing

  • 21 Jan 2026 22:55 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., memimpin rapat koordinasi (Rakor) pembahasan perjanjian kerja sama dengan PT Digital Gasing Edukasi terkait program pandai berhitung menggunakan metode Gasing.

Rakor tersebut berlangsung di Aula Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Rabu, 21 Januari 2026, dan menjadi rapat kelima yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama PT Digital Gasing Edukasi dalam rangka penerapan metode pembelajaran matematika secara gembira.

Kurdi menjelaskan, metode belajar matematika secara gembira tersebut digagas oleh Profesor Yohanes Surya dan dinilai relevan untuk meningkatkan minat serta kemampuan siswa dalam memahami pelajaran matematika.

“Metode belajar matematika secara gembira ini digagas oleh Profesor Yohanes. Program ini juga sempat disinggung oleh Ketua Satgas Bencana, Bapak Menteri Dalam Negeri, untuk membantu anak-anak Aceh belajar matematika dengan cara yang menyenangkan,” kata Kurdi.

Ia menyebutkan, Bupati Aceh Barat dijadwalkan akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Digital Gasing Edukasi pada 26 Januari 2026 terkait penerapan metode tersebut di Aceh Barat.

“Diharapkan pihak PT Gasing dapat membantu mengajar siswa. Akan ada pemantapan bagi 32 guru SD dan SMP dengan total 64 siswa. Hari ini, di bawah koordinasi Kabag Pemerintahan dan Kabag Hukum, kami mempertajam perjanjian kerja sama serta draf MoU,” ujarnya.

Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, program edukasi metode pembelajaran matematika secara gembira tersebut direncanakan mulai dilaksanakan di Meulaboh pada 6 April hingga 22 April 2026.

Kurdi berharap kerja sama ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Barat. Menurutnya, MoU Gasing akan berlangsung selama dua tahun dan berpotensi untuk berkelanjutan.

“Dengan adanya tim dari Gasing, metode belajar guru dapat dipoles sehingga meningkatkan cara dan teknik pembelajaran. Harapannya, anak-anak Aceh Barat akan menyukai matematika sejak dini,” ucapnya.

Selain itu, ia juga berharap program tersebut mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat berprestasi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga ke tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....