BPBD Aceh Barat Siapkan GPS Collar untuk Mitigasi Gajah Liar
- 14 Jul 2026 22:04 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- BPBD Aceh Barat menghentikan sementara pemasangan GPS Collar di Kecamatan Pante Ceureumen karena kawanan gajah target telah bergerak jauh ke dalam kawasan hutan dan menjauhi permukiman masyarakat.
- Operasi pemasangan GPS Collar dialihkan ke Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas, dengan jadwal pelaksanaan pada 16 Juli 2026 melibatkan BPBD, BKSDA Aceh, dan dua ekor gajah jinak dari Pusat Latihan Gajah Saree.
- Teknologi GPS Collar akan dipasang pada seekor gajah liar yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat untuk memudahkan pelacakan pergerakan dan mempercepat langkah mitigasi konflik satwa liar dengan manusia.
- BPBD Aceh Barat memastikan seluruh personel gabungan dan sarana pendukung akan dimobilisasi ke Posko Gampong Pungkie pada 15 Juli 2026 dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan satwa liar.
RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan perkembangan penanganan interaksi gajah liar dengan masyarakat di koridor Kecamatan Pante Ceureumen dan Kecamatan Sungai Mas, Selasa, 14 Juli 2026. Laporan yang disampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Aceh Barat itu memuat evaluasi lapangan sekaligus rencana pemasangan teknologi GPS Collar sebagai upaya memperkuat mitigasi konflik satwa liar dengan manusia.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, kegiatan penanganan dan rencana pemasangan GPS Collar di wilayah Gampong Lawet dan Gampong Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, untuk sementara dihentikan. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan yang menunjukkan kawanan gajah target telah bergerak jauh masuk ke kawasan hutan dan menjauhi permukiman maupun areal perkebunan warga.
Meski demikian, BPBD Aceh Barat menegaskan koridor gajah di Kecamatan Pante Ceureumen tetap menjadi prioritas pemantauan. Tim gabungan akan terus mengamati pergerakan satwa tersebut untuk melihat peluang pelaksanaan pemasangan GPS Collar apabila kondisi di lapangan kembali memungkinkan.
"Berdasarkan pemantauan pergerakan di lapangan, posisi gajah target saat ini telah bergerak sangat jauh masuk ke dalam kawasan hutan sehingga berisiko tinggi apabila proses pemasangan GPS Collar tetap dilanjutkan. Koridor gajah di wilayah ini tetap menjadi prioritas penanganan dan terus kami pantau," demikian pernyataan tertulis Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat.
Sementara itu, fokus penanganan kini dialihkan ke Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas. Tim gabungan yang sebelumnya bertugas di Pante Ceureumen telah digeser ke lokasi tersebut setelah hasil pemantauan WRU-BPBD menunjukkan gajah liar masih berada di kawasan yang menjadi target operasi.
BPBD Aceh Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berencana memasang GPS Collar pada seekor gajah liar yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat. Teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan pelacakan pergerakan kawanan gajah sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
"Pemasangan GPS Collar akan dilakukan pada satu ekor gajah liar yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat guna mempermudah mitigasi dan pelacakan pergerakan kelompok gajah ke depan," tulis Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat dalam keterangannya.
Operasi pemasangan GPS Collar akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan BPBD Aceh Barat, BKSDA Aceh, masyarakat setempat, serta dua ekor gajah jinak dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree. Gajah jinak tersebut akan berfungsi sebagai gajah penjinak atau sweeper untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Aceh Barat memastikan seluruh personel gabungan beserta sarana pendukung akan dimobilisasi ke Posko Gampong Pungkie pada 15 Juli 2026. Operasi pemasangan GPS Collar dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026 dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel dan satwa liar.
Selain menyiapkan operasi lapangan, BPBD Aceh Barat juga akan terus berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Sungai Mas serta memperbarui perkembangan situasi kepada pimpinan daerah secara berkala. "Kami akan memastikan seluruh personel gabungan dan sarana pendukung siap di lokasi serta terus menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan," demikian pernyataan tertulis Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....