Ingat Siswa Aceh Barat Nyebrang Sungai untuk Sekolah, Begini Kondisinya Kini
- 14 Jul 2026 16:46 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Siswa SDN Alue Lhok dan SMPN 3 Pante Ceureumen dari Gampong Cangai tidak lagi berenang saat ke sekolah, kini dijemput menggunakan mobil pickup
- Pemerintah merencanakan relokasi SDN Alue Lhok karena konstruksi rusak akibat bencana hidrometeorologi November 2025
- Proyek rehabilitasi jembatan penghubung Gampong Cangai-Jambak ditarget selesai 29 November 2026.
RRI.CO.ID, Meulaboh - Siswa dari Gampong Cangai yang biasanya menyeberang sungai untuk ke sekolah, kini sudah dimobilisasi kendaraan. Sejak hari pertama sekolah 13 Juli 2026, siswa SDN Alue Lhok dan SMPN 3 Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat sudah diantar jemput mobil jenis pickup.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Irwan, M.Si menyampaikan upaya ini sebagai solusi alternatif jangka pendek. Pemkab Aceh Barat mengerahkan mobil kecamatan melakukan mobilisasi siswa pedalaman ke sekolah setiap hari.
"Mobilisasi siswa ini berdasarkan instruksi bupati untuk mengantar siswa dari Gampong Cangai ke Gampong Jambak. Mungkin sampai selesai jembatan penghubung yang sedang dikerjakan," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

Pemerintah Aceh Barat juga berencana melakukan relokasi SDN Alue Lhok karena sebagian konstruksi sudah rusak saat bencana hidrometeorologi di Aceh November 2025.
"Rencananya akan relokasi, karena kalau dibangun di lokasi yang sama berisiko rusak lagi," sebutnya di dampingi Kepala SDN Alue Lhok, Amir, M.Pd.
Meski kondisi mobil sudah agak keropos, namun semangat anak-anak tetap terlihat. Mereka tidak ragu-ragu menaiki mobil pickup bewarna hitam yang tidak beratap dan tidak ada pengaman layaknya bus sekolah.
Kondisi medan jalan yang sulit serta kondisi mobil yang banyak kendala membuat T Sulaiman, sopir mobil was-was membawa 24 orang siswa dibelakang mobil sejak hari pertama sekolah tahun ajaran 2026/2027.
"Baru mulai kemarin (Senin) dan kondisi mobil banyak kendala menghadapi medan jalan. Anak-anak saya jemput di rumah saya," ujar T Sulaiman, yang merupakan Keuchik/ Kepala Desa Cangai ini.
Mobil ini menjadi solusi alternatif jangka pendek siswa dari Gampong Cangai yang bersekolah ke Desa Jambak. Mereka sudah tidak diperbolehkan menyeberang sungai saat akan ke sekolah.

"Kalau disuruh memilih, kami pilih nyeberang sungai karena lebih dekat. Tapi kami sudah dilarang, katanya takut viral lagi," ujar Humairah, salah seorang murid SDN Alue Lhok.
Anak-anak desa Cangai sudah terbiasa berenang dan menyeberang sungai dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat akan ke sekolah selama jembatan penghubung desa ambruk akibat bencana alam 25 November 2025.
Dalam satu lingkungan sekolah ini terdapat dua jenjang pendidikan, yakni SD dan SMP. Pada saat bersamaan juga tim Kitabisa bersama relawan menggenakan rompi Kemendikdas berkunjung dengan serangkaian kegiatan.
Fania Khamada Head of Partnership Kitabisa, menyampaikan berdasar pengamatannya, sekolah tersebut sudah layak dan harus segera dibangun.

"Menurut pantauan kita sudah sangat layak dibangun. Hanya saja mengenai lokasi yang harus dikaji kembali dan sebaiknya relokasi," ujarnya di sela kegiatan kunjungan itu.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai merehabilitasi jembatan penghubung Gampong Cangai-Jambak. Proyek ini dikerjakan CV Melati dengan nilai kontrak Rp990,8 juta yang dimulai 3 Juli hingga 29 November 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....