Percepatan ODF, Bupati Ontot: Kita Harus Tahu Datanya

  • 21 Jan 2026 19:12 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Bupati Sanggau, Yohanes Ontot membuka kegiatan evaluasi percepatan Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan dan rencana aksi 2026 dikantornya, Rabu 21 Januari 2026. Yohanes Ontot menyampaikan, percepatan ODF bisa dilakukan melalui data yang valid.

"Kita harus tahu persis datanya, berapa Kepala Keluarga yang belum memiliki jamban dan bagaimana kemampuan ekonomi mereka dalam membuat jamban," kata Bupati Ontot.

Ia mengungkapkan, dari data itu bisa ditentukan kebijakan serta langkah penanganannya. Dikatakan, percepatan ODF harus menjadi komitmen bersama, baik pemerintah maupun swasta.

"Karena ODF ini juga ada kaitannya dengan program Pemerintah lainnya, misalnya stunting. Untuk mencegah stunting itu kan kelengkapan di rumah tangga seperti jamban itu menjadi mutlak tersedia. Oleh karena itu, kita dorong terus agar ODF ini bisa secepatnya terwujud," ucapnya.

Sementara itu, dari 169 desa/kelurahan di Kabupaten Sanggau, baru 22 desa/kelurahan atau 13 persen desa yang sudah diverifikasi ODF. Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Stepanus Jonedi mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam mewujudkan Kabupaten Sanggau bebas buang air besar sembarangan.

Pertama, keterbatasan akses jamban sehat. Kedua, rendahnya kesadaran masyarakat. Ketiga, minimnya dukungan dana khususnya untuk sanitasi karena tidak senua desa mengalokasikan anggarannya untuk pembangunan sanitasi dan promosi kesehatan lingkungan.

"Keempat, kurangnya tenaga pendamping, sanitarian dan kader kesehatan di desa-desa untuk mengedukasi dan monitoring perilaku. Kelima, belum optimalnya keterlibatan lintas sektor dalam pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pilar pertama, yakni stop buang air besar sembarangan," ujar Stepanus. (Abang Indra).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....