Bupati Ontot Tinjau Jalan Akses Riam Macan
- 19 Jan 2026 20:34 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Bupati Sanggau Yohanes Ontot meninjau pembangunan jalan menuju objek wisata Riam Macan di Desa Sei Mawang pada Senin, 19 Januari 2026. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sanggau, Agus Hidayat serta konsultan dan pelaksana kegiatan.
Yohanes Ontot mengatakan, penanganan jalan menuju Riam Macan selama ini memang belum mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah mulai menganggarkan pembangunan jalan tersebut secara bertahap sejak tahun 2025.
“Penanganan jalan Riam Macan ini memang cukup lama kurang perhatian kita secara serius sehingga tahun 2025 mulai kita anggarkan secara bertahap,” kata Yohanes Ontot pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia menyebut, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pembangunan secara menyeluruh. Bupati mengaku Pemerintah Kabupaten Sanggau belum mampu membangun akses jalan sepanjang 2,5 kilometer tersebut secara sekaligus.
"Kondisi jalan ini sebelumnya memang rusak parah, maka kita anggaran tahun 2025, dan puji Tuhan hari ini akses jalan sudah bisa digunakan oleh masyarakat meskipun belum tuntas mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perkimtan Kabupaten Sanggau, Agus Hidayat menjelaskan pembangunan akses jalan menuju Riam Macan bersumber dari APBD tahun 2025. Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp1 miliar.
"Ada dua jenis penanganan yang kita lakukan. Pertama, dengan beton dan kedua dengan aspal. Jadi, itu alasannya kenapa jalan akses menuju riam macan itu ada yang diaspal dan ada yang dibeton karena memang di perencanaan kita ada dua perencanaan itu," ucap Agus.
Agus menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan secara spot-spot berdasarkan permintaan masyarakat setempat. Prioritas diberikan pada titik-titik jalan yang kondisinya paling parah dan mengganggu mobilitas warga.
"Pada awal kita survei dengan tokoh masyarakat mereka meminta untuk melakukan penanganan pada titik-titik yang memang kondisinya sangat parah. Dari permintaan masyarakat itu, ada tujuh segmen yang kami tangani yang kami anggap mengganggu mobilitas penduduk, termasuk tanjakan yang jika hujan kondisi jalannya licin dan becek sehingga mengganggu mobilitas masyarakat," tuturnya. (Abang Indra).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....