RRI.CO.ID,Natuna - Diantara keistimewaan terbesar dalam bulan Ramadan adalah adanya satu malam yang sangat agung dan penuh kemuliaan, yang disebt dengan Lailatul Qadar. Malam ini bukan malam biasa, melainkan malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Qadr: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3). Lalu apa saja keutamaan Lailatul Qadar ini? berikut penjelasan dari Mubaligh Utd H. Ngatourrohman, SS. M. Hum pada acara Mutiara Ramadhan di Po 1 RRI Ranai Jumat 13 Maret 2026.
Ada beberapa keutamaan Lailatul Qadar :
Lebih Baik dari Seribu Bulan
Seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun lebih tiga bulan. Artinya, satu malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada ibadah selama 83 tahun tanpa Lailatul Qadar. Para ulama menjelaskan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut—shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah—akan dilipatgandakan melebihi ibadah selama seribu bulan. Betapa besar rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ yang usia rata-ratanya lebih pendek dibandingkan umat-umat terdahulu, tetapi diberi kesempatan pahala yang luar biasa dalam satu malam.
Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Keutamaan lainnya adalah bahwa Lailatul Qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” Ini menunjukkan hubungan erat antara Ramadan, Al-Qur’an, dan Lailatul Qadar. Oleh karena itu, salah satu amalan utama untuk meraih keutamaan malam tersebut adalah memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
Malam Penuh Keberkahan dan Turunnya Malaikat
Dalam lanjutan Surah Al-Qadr disebutkan: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4–5). Malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan. Malam itu dipenuhi kedamaian, ketenangan, dan keselamatan hingga terbit fajar. Sebagian ulama menafsirkan bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai ketentuan tahunan, sebagaimana disebutkan pula dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” Ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang sarat dengan takdir dan kebijaksanaan Allah.
Malam Diampuni Dosa-Dosa
Baca juga: Batas Waktu dan Keutamaan Sahur Ramadhan
Keutamaan terbesar yang sangat diharapkan oleh setiap mukmin adalah ampunan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa syarat utama meraih ampunan adalah:
Imanan (karena iman kepada Allah)
Ihtisaban (mengharap pahala dari Allah, bukan riya’)
Lailatul Qadar adalah rahasia allah yang Waktu Terjadinya tidak bisa dipastikan, bahkan Rasulullah ﷺ tidak menyebutkan secara pasti tanggalnya, agar umat Islam bersungguh-sungguh mencarinya. Beliau bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari). Karena itu, Rasulullah ﷺ ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, beliau mengencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Ini menjadi teladan bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah di akhir Ramadan.
Meskipun lailatul qadar merupakan rahasia namu nabi memeberikan tanda-tandanya sebagaimana sabdanya : "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi ). Ketika Nabi bercerita tentang tanda-tanda lailatul qadar Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dibaca jika bertemu Lailatul Qadar, beliau mengajarkan: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.). (HR. Tirmidzi). Doa ini menunjukkan bahwa inti dari Lailatul Qadar adalah memohon ampunan dan rahmat Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....