Menjadi Kaum yang Dirindukan Surga lewat Lisan dan Perbuatan Baik di Bulan Ramadan

  • 03 Mar 2026 08:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk bisa meningkatkan kualitas diri melalui amal, pengendalian sikap, perbuatan baik, serta upaya menjadi golongan yang dirindukan surga. Selain menahan lapar dan dahaga saat berpuasa, umat Islam juga diajak untuk berlomba-lomba menjadi orang-orang yang dirindukan surga dengan menjaga lisan serta memperkuat kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

"Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang senantiasa menjaga lisannya," kata Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu Sanggau, Laela Sa'adah dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Sanggau, Selasa 3 Maret 2026.

Ulfa mengatakan bahwa menjaga lisan memang tidak mudah dilakukan, apalagi menjaga lisan berkaitan langsung dengan menghindari yang namanya gibah, kata kasar, fitnah, dan ucapan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Pada bulan ramadan seperti saat ini, menjaga lisan sangat penting karena puasa yang dilakukan selama satu hari penuh akan sia-sia jika dipergunakan untuk membicarakan aib dan keburukan orang lain.

Menurutnya, dalam membicarakan aib dan kekurangan orang lain, kita perlu mengevaluasi diri berbagai aspek, karena bisa saja orang yang kita bicarakan kekurangannya justru jauh lebih baik dibandingkan diri kita. Menjaga lisan harus senantiasa diusahakan, mengingat begitu banyak dosa yang berasal dari ucapan-ucapan kurang pantas yang keluar dari mulut, baik yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.

"Kita juga harus berusaha menjaga lisan kita karena banyaknya dosa yang berasal dari lisan yang tidak terjaga," ujar Ulfa.

Selain menjaga lisan kata Ulfa bahwa golongan berikutnya yang dirindukan oleh surga adalah orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap sesama, yaitu memberikan makan kepada orang lain yang lapar serta memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan. Memberi makan kepada orang lapar adalah perbuatan sederhana namun banyak orang yang sulit untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, memberikan makan kepada orang lapar yang membutuhkan berarti menghadirkan kasih sayang di tengah-tengah mereka, apalagi jika perbuatan baik tersebut dilakukan pada bulan suci ramadan seperti saat ini. Di bulan ramadan banyak orang-orang fakir dan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan kita sebagai orang yang berkecukupan serta memiliki harta lebih untuk bisa memberikan pertolongan.

"Banyak orang-orang fakir dan saudara-saudara kita yang miskin yang membutuhkan uluran tangan kita," ujarnya.

Ulfa mengingatkan menjaga lisan dan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan adalah dua perbuatan baik yang harus selalu diingat dan dilakukan, apalagi pada bulan suci ramadan. Hal ini dilakukan agar pahala semakin bertambah, hati menjadi bersih, kehidupan dipenuhi keberkahan dan kedamaian serta ibadah puasa yang dijalankan terasa lebih bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....