RRI Tarakan Kupas Konsep Takwa Melalui Spiritual Soul

  • 26 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - LPP RRI Tarakan Melalui Programa 2 kembali menggelar program religi "Tauladan" dengan tema "Spiritual Soul vs Hungry Ego" bersama Ustaz Andi Abdan. Diskusi ini menyoroti krisis ketakwaan di zaman modern yang seringkali tertutup oleh dominasi ego manusia. Ustaz Andi menekankan bahwa inti dari Ramadan adalah melahirkan insan yang bertakwa melalui pengendalian nafsu.

Dalam penjelasannya, Ustaz Andi membedakan antara puasa karena iman dan puasa karena hawa nafsu. Golongan pertama akan mendapatkan ampunan dosa, sementara golongan kedua hanya mendapatkan lapar dan haus. Kunci perbedaannya terletak pada keterlibatan kalbu, akal, dan perbuatan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah selama satu bulan penuh.

"Sejarah salat Tarawih yang awalnya merupakan sarana bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menjaga hafalannya. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan literasi Al-Qur'an yang seharusnya diisi dengan pendalaman ilmu. Masyarakat diminta untuk lebih tekun mendengarkan nasihat agama guna memahami hakikat puasa,"Ungkap Ustaz Andi Abdan.

Selain aspek spiritual, diskusi ini juga menyentuh aspek sosial melalui praktik zakat dan sedekah. Rasa lapar yang dirasakan di awal Ramadan harus bertransformasi menjadi empati sosial yang nyata. Dengan demikian, ibadah puasa memiliki dampak vertikal kepada Tuhan dan dampak horizontal kepada sesama manusia.

Mengenai tantangan ego, Ustaz Andi menyebutkan bahwa manusia dibekali akal dan nafsu yang harus berjalan seimbang. Nafsu tidak bisa dihilangkan, namun harus dididik melalui rasa lapar agar mau tunduk pada perintah Allah. Inilah yang disebut sebagai "Perang Besar" melawan diri sendiri yang jauh lebih sulit daripada perang fisik.

Program ini juga mengajak pendengar untuk tidak sekadar menjadikan Ramadan sebagai formalitas tahunan. Keberadaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan harus dimanfaatkan sebagai momentum transformasi total. Setiap detik di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang benar-benar beriman.

Sebagai simpulan, Ustaz Andi menegaskan bahwa keberhasilan puasa terlihat dari konsistensi ibadah setelah Ramadan usai. Ibadah yang murni akan melahirkan pribadi yang tenang, rendah hati, dan peduli pada urusan akhirat. Ketakwaan yang hakiki akan membuat seseorang lebih takut pada pelanggaran hukum Tuhan daripada urusan duniawi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....