Menu Sehat Ramadan untuk Jantung Lebih Terjaga

  • 25 Feb 2026 19:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Menjalani puasa Ramadan bagi penderita penyakit jantung bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengatur pola hidup secara menyeluruh.

Ahli Gizi RSUB sekaligus Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya, Alif Rohmah, A.Md.Gz, dalam dialog Kurma di Pro 1 RRI Malang menegaskan bahwa kesehatan jantung selama puasa ditopang oleh lima pilar utama, yakni pola makan teratur, tidur cukup, kecukupan cairan, olahraga terukur, serta konsumsi suplemen yang harus melalui konsultasi dokter.

Menurutnya, pengaturan pola makan harus disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing. “Kalau punya hipertensi, asupan garam harus dibatasi. Orang normal maksimal satu sendok teh per hari, kalau hipertensi cukup setengah sendok teh saja,” ujarnya, Rabu (25/2/2027).

Pembatasan garam penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil sehingga tidak membebani kerja jantung selama berpuasa.

Ia juga mengingatkan penderita diabetes agar lebih disiplin dalam mengontrol asupan gula. Penggunaan gula pengganti dapat menjadi alternatif, tetapi tetap harus sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sementara bagi penderita kolesterol tinggi, pemilihan sumber protein hewani perlu diperhatikan.

“Pilih daging tanpa jerohan dan ayam tanpa kulit. Hindari makanan berlemak jenuh berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, semua harus seimbang,” jelasnya.

Alif menambahkan, Ramadan justru bisa menjadi momentum memperbaiki kualitas konsumsi harian. Ia menyarankan memperbanyak asupan yang terbukti menyehatkan jantung, seperti ikan yang kaya asam lemak omega 3, kacang-kacangan, serta sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan sawi yang mengandung nitrat alami. Buah-buahan berwarna cerah yang kaya flavonoid juga baik untuk membantu menjaga elastisitas pembuluh darah. Penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat pun dianjurkan sebagai pengganti minyak dengan kandungan lemak jenuh tinggi.

Selain makanan, pola minum juga tak kalah penting. Ia mengingatkan agar penderita jantung menghindari kopi saat sahur.

“Kopi itu sifatnya diuretik, membuat kita lebih sering buang air kecil dan bisa memicu dehidrasi, jadi tidak disarankan saat sahur,” pungkasnya.

Jika kopi sudah menjadi kebiasaan, konsumsinya lebih aman saat berbuka dalam jumlah terbatas, dengan tetap memperhatikan respons tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan pengaturan yang tepat dan disiplin menjaga pola hidup, penderita jantung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Ramadan pun bisa menjadi momen untuk membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan, tidak hanya selama bulan puasa tetapi juga setelahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....