Dokter Tak Sarankan Sahur tengah Malam, Ini Alasannya

  • 25 Feb 2026 00:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sebagian orang memilih makan sahur lebih awal, bahkan sejak tengah malam. Alasannya beragam, mulai dari takut kesiangan hingga ingin kembali tidur lebih cepat.

Padahal, jarak waktu sahur dengan imsak turut memengaruhi kondisi lambung selama berpuasa. Jika terlalu jauh, durasi lambung kosong bisa menjadi lebih panjang dari seharusnya.

Dokter sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Swandari Paramita, mengatakan sahur yang dilakukan terlalu dini kurang ideal bagi tubuh. Terutama jika dilakukan berjam-jam sebelum waktu subuh.

“Kalau makannya tengah malam, lalu puasanya mulai sekitar jam 5 dan baru buka setelah jam 6, artinya perut kosong hampir 18 jam. Itu enggak baik juga untuk tubuh manusia,” ujarnya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Menurutnya, rentang waktu puasa dari sahur hingga berbuka pada dasarnya sudah berada dalam batas yang wajar. Durasi sekitar 12 jam dinilai masih dapat ditoleransi tubuh secara medis.

Jika sahur dimajukan terlalu awal, maka durasi tersebut otomatis bertambah panjang. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan.

“Memang jangan sahur tengah malam. Idealnya sesuai waktunya sebelum subuh,” katanya.

Ia menambahkan, sahur mendekati waktu subuh juga membuat tubuh lebih siap menjalani aktivitas. Selain itu, waktu ibadah subuh pun bisa dijalankan dengan lebih teratur.

Dengan mengatur waktu sahur sesuai anjuran, puasa dapat dijalani lebih nyaman. Tubuh pun tidak dibiarkan kosong terlalu lama sebelum berbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....