Sahur Tiba, Bolehkah Langsung Tidur? Pakar Jawab Tegas!
- 19 Feb 2026 09:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bulan Ramadan telah tiba, dan umat muslim diseluruh dunia sudah memulai ibadah Puasa. Lalu bagaimana terkait pola tidur?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bolehkah langsung tidur setelah sahur? Para ahli kesehatan dan tidur memberikan panduan yang jelas untuk menjaga kesehatan dan produktivitas selama berpuasa.
Jeda Penting: Hindari Refluks Asam Lambung
| Baca juga: Cara Tetap Bugar dan Produktif Selama Puasa |
Para ahli gastroenterologi secara tegas tidak merekomendasikan langsung berbaring setelah menyantap hidangan sahur. Makanan yang baru masuk ke lambung membutuhkan waktu untuk dicerna, dan gaya gravitasi sangat membantu proses ini.
Berbaring segera setelah makan justru dapat memicu kondisi tidak nyaman yang dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung naik. 'Berbaring segera setelah makan dapat meningkatkan tekanan intragastrik, yang secara signifikan meningkatkan risiko refluks asam," jelas Dr. Kenneth Koch, seorang gastroenterolog terkemuka dari Wake Forest Baptist Health, seperti dikutip dalam banyak situs kesehatan.
"Kami menyarankan jeda minimal 60 hingga 90 menit agar lambung memiliki waktu untuk mengosongkan diri sebagian sebelum Anda berbaring."
| Baca juga: Wajarkah Lemas di Hari Pertama Puasa? |
Strategi Tidur Efektif: Power Nap dan Kualitas Malam
Meskipun tidur setelah sahur dengan jeda aman diperbolehkan, menjaga total durasi dan kualitas tidur tetap krusial. Pakar tidur menyadari bahwa jadwal Ramadan memecah jam tidur malam, sehingga diperlukan strategi kompensasi.
• Tidur Malam Utama: Usahakan tidur cukup setelah Tarawih hingga waktu sahur. Ini adalah waktu terbaik untuk mendapatkan fase deep sleep yang sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental.
• Power Nap Siang Hari: Untuk mengatasi kantuk di siang hari, sebuah "power nap" singkat bisa menjadi penyelamat. Penelitian dari NASA dan berbagai studi tidur menunjukkan bahwa tidur singkat 15-20 menit di antara pukul 13.00-15.00 dapat secara dramatis meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan performa tanpa menyebabkan "sleep inertia" (rasa pening setelah bangun dari tidur panjang).
Mengelola "Utang Tidur" dan Hidrasi
Dr. Michelle Drerup, direktur Behavioral Sleep Medicine di Cleveland Clinic, sering menekankan pentingnya total durasi tidur. "Masalah utamanya bukan apakah Anda tidur setelah sahur, tetapi apakah Anda mendapatkan jumlah tidur total yang cukup dalam 24 jam," katanya. "Jika Anda tidur kurang dari 7-9 jam yang direkomendasikan setiap hari, tubuh Anda akan mengakumulasi 'utang tidur' yang dapat berdampak negatif pada suasana hati, konsentrasi, dan sistem kekebalan tubuh."
Untuk itu, tidur kembali setelah sahur (tentunya setelah jeda yang disarankan) dapat membantu melunasi sebagian utang tidur tersebut. Selain itu, pastikan asupan cairan cukup selama periode tidak berpuasa untuk mencegah dehidrasi yang juga dapat memengaruhi kualitas tidur.
Dengan perencanaan yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh yang tetap bugar dan pikiran yang segar sepanjang hari. Selamat menjalankan Ibadah Puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....