Sambut Ramadan dengan Ilmu dan Persiapan
- 18 Feb 2026 21:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Datangnya bulan Ramadan kerap ditandai dengan maraknya iklan sirup, dekorasi bernuansa Islami di pusat perbelanjaan, hingga promosi besar-besaran bertajuk Ramadan Sale. Fenomena ini menunjukkan Ramadan sebagai momen penuh kegembiraan bagi umat Islam.
Dalam program Hikmah Pagi Pro4 RRI Samarinda, Ustaz Rahmatullah dari Sahabat Misykat Indonesia menyinggung hadis populer tentang kegembiraan menyambut Ramadan yang dinilai bermasalah oleh sebagian ulama hadis. Hadis yang sering dikutip tersebut berbunyi, “Siapa yang bergembira dengan datangnya Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka”.
“Secara kualitas, hadis ini termasuk maudhu atau palsu. Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, almarhum Ali Mustafa Yaqub, memasukkan hadis tersebut dalam kategori hadis bermasalah,” kata Ustaz Rahmatullah, dikutip Selasa 18 Februari 2026.
| Baca juga: Memahami Tiga Bekal Penting di Bulan Ramadan |
Meski demikian, ia menegaskan bergembira menyambut Ramadan sangat dianjurkan. Namun, kegembiraan itu harus dilandasi dalil Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang sahih.
Ustaz Rahmatullah mengutip penjelasan ulama Ibnu Rajab al-Hanbali tentang datangnya Ramadan. “Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak bergembira ketika pintu-pintu surga dibuka? Bagaimana pula seseorang yang berdosa tidak bergembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka?” ujarnya.
Menurutnya, kegembiraan menyambut Ramadan harus diwujudkan dalam tiga bentuk persiapan. Pertama, meningkatkan kualitas ibadah. Ia menganjurkan umat Islam mulai membiasakan puasa sunnah di bulan Syaban agar tidak kaget saat Ramadan tiba.
Kedua, memperdalam pengetahuan tentang ibadah Ramadan. “Mempelajari kembali hal-hal yang membatalkan puasa, tata cara qiyamul lail, hingga persoalan fidyah dan qadha. Ibadah bukan hanya soal niat, tetapi juga harus sesuai tuntunan,” katanya.
Ketiga, mempersiapkan sarana dan lingkungan ibadah. Di antaranya dengan kerja bakti membersihkan rumah dan masjid, serta menyusun jadwal kajian. Lingkungan yang bersih dan kondusif diyakini dapat meningkatkan semangat beribadah.
Di akhir tausiyahnya, Ustaz Rahmatullah mengingatkan agar Ramadan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. “Mari sambut Ramadan dengan gembira, tetapi juga dengan ilmu dan kesiapan agar ibadah kita semakin bermakna,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....