Luis de la Fuente Beri Kabar Terbaru Cedera Lamine Yamal

  • 18 Jul 2026 10:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dunia – Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente memastikan Lamine Yamal berada dalam kondisi fisik terbaik dan siap tampil pada final Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin, 20 Juli 2026 pukul 03:00 WITA.

Kepastian tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran publik setelah winger Barcelona itu sempat absen dari sesi latihan usai mengalami benturan keras saat Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal.

De la Fuente menjelaskan Yamal hanya mengalami memar pada bagian paha akibat benturan sehingga tim pelatih memilih memberinya waktu untuk beristirahat.

"Dia menerima benturan keras pada bagian yang cukup sakit atau yang biasa disebut dead leg. Kami memilih mengistirahatkannya sehari, dan hari ini dia sudah berlatih seperti biasa. Kondisi fisiknya sempurna," kata De la Fuente.

Pelatih berusia 65 tahun itu juga memastikan seluruh pemain Spanyol dalam kondisi siap menghadapi laga terbesar mereka di turnamen ini.

Yamal datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera hamstring yang mengakhiri musimnya bersama Barcelona lebih cepat. Namun, menit bermainnya terus meningkat sepanjang fase grup hingga babak gugur.

Meski baru mencetak satu gol selama turnamen, kontribusi pemain berusia 19 tahun itu tetap besar dalam permainan La Roja. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya beberapa kali menjadi pembeda, termasuk saat memaksa bek Prancis Lucas Digne melakukan pelanggaran yang berujung penalti pada semifinal.

Menjelang laga melawan Argentina, perhatian publik juga tertuju pada duel dua pemain berkaki kiri berbeda generasi, yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal. Namun, De la Fuente menegaskan anak asuhnya tidak perlu terbebani perbandingan tersebut.

"Lamine harus menjadi dirinya sendiri. Messi adalah panutan dalam sikap dan perilaku, tetapi Lamine tidak perlu menjadi Messi. Kami ingin dia bermain dengan karakternya sendiri," ujar De la Fuente.

Rekan setimnya, Álex Baena, juga menilai kontribusi Yamal jauh lebih besar dibanding sekadar mencetak gol. Menurutnya, kerja keras pemain muda itu saat membantu pertahanan sering kali luput dari perhatian publik.

Sementara itu, Kondisi kebugaran Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling menentukan peluang Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah. Meski statistik golnya belum mencolok, peran Yamal dalam skema permainan Luis de la Fuente sangat vital.

Yamal bukan hanya berfungsi sebagai penyerang sayap yang mengandalkan kecepatan. Ia mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya, menarik perhatian beberapa pemain bertahan lawan, hingga aktif membantu pertahanan ketika kehilangan bola. Peran tersebut membuat keseimbangan permainan Spanyol tetap terjaga sepanjang turnamen.

Final melawan Argentina juga menjadi panggung simbolis pergantian generasi. Di satu sisi ada Lionel Messi yang berpeluang menjalani Piala Dunia terakhirnya, sementara di sisi lain hadir Lamine Yamal sebagai bintang muda yang diproyeksikan menjadi wajah baru sepak bola dunia.

Apabila tampil dalam kondisi terbaiknya, Yamal berpotensi menjadi pembeda bagi Spanyol. Namun, De la Fuente tampaknya ingin membebaskan pemain mudanya dari tekanan ekspektasi dengan menekankan satu pesan sederhana: menjadi diri sendiri, bukan mencoba menjadi Messi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....