Messi Tanggapi Kritik usai Argentina Melaju ke Final
- 18 Jul 2026 05:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Kelolosan Tim Nasional Argentina ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal memunculkan beragam reaksi di kalangan penggemar sepak bola dunia. Selain pujian atas performa Albiceleste, muncul pula sejumlah tudingan di media sosial yang menyebut Argentina mendapat perlakuan istimewa dari FIFA atau dianggap sebagai "anak emas" organisasi sepak bola dunia tersebut.
Namun, kapten Argentina Lionel Messi memilih menanggapi berbagai spekulasi itu dengan tenang. Dalam wawancara yang dikutip TyC Sports setelah kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris di semifinal, Messi menegaskan bahwa seluruh pencapaian timnya diraih melalui kerja keras dan performa di lapangan, bukan karena bantuan pihak mana pun. Ia meminta publik melihat konsistensi Argentina selama beberapa tahun terakhir.
"Biarkan mereka mengatakan apa pun yang mereka mau. Kami kembali membuktikan di lapangan bahwa tidak ada yang memberikan apa pun kepada kami," kata Messi kepada TyC Sports.
Messi juga menegaskan bahwa keberhasilan Argentina mencapai final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dibangun tim sejak menjuarai Copa America dan Piala Dunia 2022.
Pemain berusia 39 tahun itu bahkan menyebut Argentina sebagai tim terbaik dunia dalam empat tahun terakhir. Ia menilai konsistensi yang ditunjukkan Albiceleste menjadi bukti bahwa keberhasilan mereka tidak datang secara instan.
Argentina memang menunjukkan mental juara sepanjang turnamen. Saat menghadapi Inggris di Atlanta, Albiceleste sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon. Namun dua assist Lionel Messi berhasil membantu Argentina membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez untuk menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke final.
Messi menilai keberhasilan tersebut bukanlah kebetulan. Menurutnya, Argentina memiliki identitas permainan yang kuat dan kemampuan membaca jalannya pertandingan. Ia menyebut kekuatan terbesar tim terletak pada kesabaran, kebersamaan, dan mentalitas yang telah teruji dalam berbagai kompetisi besar.
Di media sosial, berbagai teori konspirasi mengenai Argentina memang terus bermunculan sepanjang turnamen. Namun sejumlah media internasional salah satunya theguardian.id melaporkan bahwa tudingan tersebut berkembang tanpa bukti konkret dan lebih banyak dipicu oleh kontroversi keputusan VAR serta rivalitas antarpendukung sepak bola.
Kelolosan ke final Piala Dunia 2026 juga memperpanjang rangkaian prestasi generasi emas Argentina. Dalam beberapa tahun terakhir, Albiceleste berhasil menjuarai Copa America, Finalissima, Piala Dunia 2022, dan kini kembali mencapai partai puncak Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia karena mempertemukan juara bertahan dunia dengan juara bertahan Eropa. Selain itu, duel ini juga menghadirkan simbol pergantian generasi antara Lionel Messi dan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Bagi Messi, fokus utama saat ini bukanlah menjawab kritik atau spekulasi yang berkembang di luar lapangan. Kapten berusia 39 tahun itu lebih memilih mengarahkan perhatian pada kesempatan membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia dan menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional dengan pencapaian bersejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....