Delapan Menit yang Mengubah Takdir Inggris dan Mematahkan Mimpi DR Kongo
- 02 Jul 2026 06:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mexico City – Inggris nyaris menjadi korban kejutan terbesar babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 sebelum Harry Kane tampil sebagai penyelamat. Tertinggal lebih dulu dari Republik Demokratik Kongo, The Three Lions bangkit untuk menang 2-1 dan mengamankan tiket ke babak 16 besar, sekaligus menantang tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca, Kamis, 2 Juli 2026.
Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Inggris justru tampil gugup sejak awal dan kebobolan pada menit ketujuh ketika Brian Cipenga lolos tanpa kawalan di sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi Jordan Pickford. Gol tersebut membuat publik mulai mempertanyakan performa skuad asuhan Thomas Tuchel yang sebelumnya belum terkalahkan sepanjang turnamen.
Selama lebih dari satu jam pertandingan, Inggris kesulitan membongkar pertahanan rapat DR Kongo. Penjaga gawang Lionel Mpasi tampil luar biasa dengan menggagalkan sejumlah peluang emas, termasuk sundulan Jude Bellingham, peluang Marcus Rashford, hingga upaya Harry Kane dari jarak dekat.
DR Kongo bahkan hampir menggandakan keunggulan ketika Yoane Wissa mengenai tiang gawang. Jika peluang itu berbuah gol, sejarah mungkin akan berpihak kepada wakil Afrika tersebut. Namun, justru dari momen itulah arah pertandingan mulai berubah.
Keputusan Tuchel memasukkan Anthony Gordon menjadi titik balik. Winger Newcastle United itu langsung memberi dampak nyata lewat umpan silang akurat yang disambut sundulan Harry Kane pada menit ke-75. Empat menit menjelang laga usai, kombinasi keduanya kembali menghukum DR Kongo. Gordon mempertahankan bola di sisi kiri sebelum mengirim umpan kepada Kane yang melepaskan tendangan keras ke atap gawang untuk memastikan kemenangan Inggris.
Dari sudut pandang taktik, pergantian pemain menjadi pembeda. Inggris sebelumnya kesulitan menciptakan ruang di sepertiga akhir lapangan. Kehadiran Gordon menghadirkan kecepatan, lebar permainan, dan kualitas umpan silang yang selama 70 menit pertama nyaris tidak terlihat. Dua assist yang ia ciptakan menjadi bukti bahwa perubahan kecil mampu mengubah keseluruhan jalannya pertandingan.
Kane kembali membuktikan statusnya sebagai pemain yang mampu menentukan laga besar. Dua gol tersebut membuat kapten Inggris itu kini mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia, melewati rekor legenda Brasil Pele yang mencetak 12 gol. Kini hanya Lionel Messi (19), Kylian Mbappe (18), Miroslav Klose (16), Ronaldo Nazario (15), dan Gerd Muller (14) yang masih berada di atasnya dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Tidak hanya itu, sejak debutnya pada Piala Dunia 2018, Kane telah terlibat langsung dalam 16 gol Inggris di turnamen ini. Hanya Mbappe dan Messi yang memiliki kontribusi gol lebih banyak dalam periode yang sama.
Bagi Inggris, kemenangan ini juga mematahkan catatan buruk yang telah bertahan puluhan tahun. Sebelum laga ini, mereka tidak pernah memenangkan pertandingan Piala Dunia setelah tertinggal saat turun minum, dengan tujuh kekalahan dan dua hasil imbang. Kane menjadi sosok yang menghapus rekor negatif tersebut.
Di sisi lain, DR Kongo meninggalkan turnamen dengan kepala tegak. Negara yang menempati peringkat ke-46 dunia itu tampil disiplin, berani menyerang, dan hanya kehilangan konsentrasi pada 15 menit terakhir. Mereka bahkan sempat membuat salah satu favorit juara berada di ambang eliminasi.
Kini tantangan yang lebih berat menanti Inggris. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca. Jika penampilan seperti babak pertama kembali terulang, Inggris berpotensi menghadapi malam yang jauh lebih sulit. Namun apabila duet Kane dan Gordon kembali menemukan chemistry seperti saat menghadapi DR Kongo, peluang The Three Lions melangkah ke perempat final tetap terbuka lebar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....