Pemerintah: KDMP Jadi Pusat Penyaluran Bansos dan Penyerap Hasil Pertanian
- 16 Jul 2026 10:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah memastikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat di tingkat desa. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan efektivitas distribusi bantuan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan KDMP akan menjadi infrastruktur utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial, barang subsidi, serta berbagai program lainnya hingga ke masyarakat desa.
"Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah untuk menyampaikan barang-barang bantuan, bantuan sosial, maupun barang-barang subsidi. Semua nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujar Zulkifli Hasan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Zulkifli, skema tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan pemerintah menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran hingga ke tingkat desa.
Selain menjadi pusat distribusi bantuan, KDMP juga akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat. Peran tersebut dinilai penting, terutama ketika harga komoditas pertanian berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Kalau harga gabah, jagung, dan komoditas lainnya berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah, koperasi dapat berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil pertanian sesuai harga yang telah ditentukan," katanya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengatakan Program Koperasi Desa Merah Putih juga akan memberikan manfaat ekonomi bagi desa melalui pembagian keuntungan usaha.
Menurut Yandri, sebesar 20 persen keuntungan koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat desa.
"Sebanyak 20 persen keuntungan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi Pendapatan Asli Desa. Sisanya, 80 persen akan kembali kepada masyarakat desa sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung," ujar Yandri.
Dengan dua fungsi utama tersebut, yakni sebagai pusat penyaluran bantuan pemerintah dan penyerap hasil pertanian, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas pendapatan petani saat harga komoditas mengalami penurunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....