AI Akan Diterapkan di 178 Sekolah Rakyat untuk Dukung Pembelajaran Digital
- 07 Jul 2026 11:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, menyatakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan membantu kepala sekolah dan guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Robben saat menghadiri Demo Day dan Graduation Ceremony Program AI Talent Factory (AITF) Batch 1 Tahun 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.
Mengutip laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa 7 Juli 2026, Robben mengatakan penerapan teknologi AI merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang terintegrasi dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran.
"Secara prinsip, tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027," ujar Robben.
Menurutnya, pemanfaatan AI akan membantu guru dalam berbagai aspek pembelajaran, mulai dari penyusunan kurikulum, persiapan materi ajar, pembuatan soal tes awal dan tes akhir, hingga pengelolaan kegiatan belajar mengajar.
Dengan dukungan teknologi tersebut, guru diharapkan dapat lebih fokus memberikan pendampingan, membangun karakter, serta mengembangkan potensi peserta didik.

Untuk memastikan penerapan berjalan optimal, Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan kepada guru dan tenaga pendidik. Talenta AI yang terlibat dalam Program AITF juga akan dilibatkan dalam proses sosialisasi serta penerapan teknologi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, sistem AI hasil pengembangan peserta Program AITF akan diintegrasikan dengan Learning Management System (LMS) Sekolah Rakyat. Integrasi tersebut bertujuan mendukung peningkatan Digital Quotient (DQ) atau kecerdasan digital dalam proses pembelajaran.
Kementerian Sosial menargetkan implementasi penuh sistem AI tersebut dapat terealisasi pada akhir 2026. Penerapan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor publik.
Melalui Program Artificial Intelligence Talent Factory, Kementerian Komunikasi dan Digital terus membangun ekosistem talenta AI nasional yang menghubungkan proses pembelajaran, pengembangan inovasi, dan kebutuhan nyata sektor publik.
Penerapan AI di Sekolah Rakyat menjadi salah satu contoh pemanfaatan talenta digital Indonesia untuk menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....