BPSDM Komdigi Dukung Pembelajaran di 178 Sekolah Rakyat

  • 07 Jul 2026 11:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.co.id, Samarinda – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mengembangkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan dimanfaatkan di 178 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Mengutip laman Komdigi.go.id, sistem berbasis AI tersebut dirancang untuk membantu guru dan kepala sekolah dalam menyusun kurikulum, merancang proses pembelajaran, hingga melakukan evaluasi hasil belajar. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan pengembangan sistem AI tersebut merupakan hasil dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi.

"Program AITF diselenggarakan untuk mengembangkan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan," ujar Bonifasius usai menghadiri Demo Day dan Graduation Ceremony Program AI Talent Factory Batch 1 Tahun 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut Bonifasius, Program AITF dirancang untuk mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata di sektor publik. Dengan demikian, hasil pembelajaran para peserta tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi digital yang siap digunakan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun masyarakat.

"AITF dirancang untuk mencetak talenta AI nasional sekaligus menghasilkan inovasi digital yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat," katanya.

Kolaborasi antara BPSDM Komdigi dan Universitas Brawijaya menjadi salah satu contoh penerapan hasil pengembangan talenta AI ke dalam solusi yang dapat digunakan secara langsung. Universitas Brawijaya berfokus mengembangkan sistem pendukung pembelajaran untuk Sekolah Rakyat yang akan dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial.

Selain sistem pendidikan berbasis AI, peserta AITF bersama Universitas Brawijaya juga mengembangkan sistem pendukung penyaluran bantuan sosial yang nantinya akan digunakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pengembangan dua solusi digital tersebut menunjukkan kemampuan talenta AI Indonesia dalam menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi pendukung transformasi layanan publik yang lebih cepat, tepat, dan efektif.

Melalui Program Artificial Intelligence Talent Factory, BPSDM Komdigi terus mendorong lahirnya sumber daya manusia digital yang mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....