Chia Seed: superfood Sehat Jika Dikonsumsi Dengan Bijak
- 18 Jan 2026 10:51 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Chia seed atau biji chia dikenal luas sebagai salah satu superfood yang kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Biji-bijian kecil bercita rasa tawar ini bahkan menjadi primadona di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program diet karena kemampuannya memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, di balik segudang manfaat tersebut, konsumsi chia seed secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.
Seperti dikutip dari laman polri.go.id, chia seed ( Salvia hispanica ) berasal dari keluarga yang sama dengan daun mint. Tanaman ini berasal dari wilayah Amerika Tengah, khususnya Meksiko dan Guatemala. Sejak zaman peradaban Aztec, Maya, dan Inca, biji chia telah digunakan tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai obat tradisional serta bahan pembuatan cat.
Chia seed mengandung beragam nutrisi penting, seperti protein, serat, asam lemak omega-3, zat besi, magnesium, kalsium, mangan, fosfor, serta antioksidan. Kandungan inilah yang membuat chia seed dijuluki sebagai superfood. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi chia seed dalam jumlah wajar dapat membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung kesehatan pencernaan.
Tak heran jika chia seed kini banyak dikonsumsi di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Eropa, Jepang, Australia, hingga Amerika Selatan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, biji chia mulai diperkenalkan dan dibudidayakan di Afrika Timur, seperti Kenya, Rwanda, Uganda, dan Tanzania. Di Tanzania sendiri, chia seed pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 di wilayah Kagera untuk meningkatkan pendapatan petani pedesaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
| Baca juga: Ini 7 Menu Diet tanpa Nasi yang Sehat |
Meski menyehatkan, chia seed bukan berarti aman dikonsumsi tanpa batas. Konsumsi berlebihan, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan kering tanpa direndam air terlebih dahulu, justru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
1. Gangguan pencernaan
Chia seed merupakan sumber serat tinggi yang baik untuk sistem pencernaan. Namun, asupan serat yang berlebihan dapat memicu sembelit, perut kembung, dan diare. Pada penderita penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, konsumsi chia seed dalam jumlah besar bahkan dapat memperparah gejala.
2. Risiko tersedak
Chia seed mampu menyerap cairan dan mengembang hingga 10–12 kali lipat dari ukuran awalnya. Jika dikonsumsi dalam keadaan kering atau berlebihan, biji ini dapat mengembang di kerongkongan dan menyebabkan tersedak, terutama pada orang yang mengalami kesulitan menelan (disfagia). Kasus tersedak akibat chia seed telah dilaporkan secara medis.
3. Menghambat penyerapan mineral
Chia seed mengandung asam fitat, senyawa yang dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan seng. Akibatnya, meskipun kaya mineral, manfaat nutrisi tersebut tidak terserap secara optimal oleh tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
4. Meningkatkan risiko batu ginjal
Kandungan kalsium dan oksalat dalam chia seed memang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi. Namun, asupan berlebih dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut.
5. Meningkatkan berat badan
Meski sering dikaitkan dengan diet, chia seed memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Dalam satu sendok makan chia seed terkandung sekitar 140 kalori. Jika dikonsumsi secara berlebihan, chia seed justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
6. Kelebihan kalium (hiperkalemia)
Chia seed mengandung kalium yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hiperkalemia, kondisi berbahaya yang berisiko tinggi terutama bagi penderita gangguan ginjal.
7. Risiko perdarahan
Asam lemak omega-3 dalam chia seed dapat menghambat pembekuan darah. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama oleh orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, risiko perdarahan dapat meningkat.
8. Interaksi dengan obat-obatan
Chia seed dapat berinteraksi dengan obat diabetes dan hipertensi. Konsumsi berlebihan berpotensi menyebabkan penurunan kadar gula darah dan tekanan darah secara drastis.
Selain itu, chia seed juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya meliputi muntah, diare, gatal pada bibir dan lidah, hingga reaksi alergi berat seperti anafilaksis. Chia seed dikonsumsi secukupnya, yakni sekitar 1–2 sendok makan per hari, serta selalu direndam terlebih dahulu dalam air atau cairan lain sebelum dikonsumsi. Asupan cairan yang cukup juga sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan dan risiko tersedak.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, chia seed tetap memiliki potensi besar sebagai sumber nutrisi nabati. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa biji chia dapat membantu mengatasi defisiensi mikronutrien, terutama di negara berkembang. Namun, seperti halnya bahan pangan lainnya, kunci utama manfaat chia seed terletak pada pola konsumsi yang bijak dan seimbang.
(Tetty B Pangemanan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....