Waspadai Jejak Kuman di Fasilitas Publik

  • 17 Jul 2026 22:19 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Jejak kuman di berbagai fasilitas publik masih menjadi perhatian dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Berbagai benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, pegangan tangga, tombol lift, meja layanan, hingga uang tunai berpotensi menjadi media perpindahan kuman apabila kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan tangan setelah beraktivitas di ruang publik. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer sebelum menyentuh wajah maupun sebelum makan dapat menekan risiko penularan berbagai penyakit.

"Setiap hari tangan kita menyentuh banyak permukaan yang digunakan bersama oleh banyak orang. Tanpa disadari, kuman dapat berpindah dari benda ke tangan, kemudian masuk ke dalam tubuh saat seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut. Karena itu, mencuci tangan menjadi langkah pencegahan yang sangat efektif," ujar Mikael Kurniawan dalam program Indonesia Sehat RRI, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas publik bukan berarti berbahaya untuk digunakan, namun masyarakat perlu memahami bahwa kebersihan diri menjadi tanggung jawab bersama. Selain rutin mencuci tangan, masyarakat juga dianjurkan menghindari kebiasaan menyentuh wajah sebelum tangan dipastikan bersih serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.

"Menjaga kebersihan tangan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi keluarga dan orang di sekitar. Kebiasaan kecil ini memiliki dampak besar dalam memutus rantai penularan penyakit, terutama di tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, pengelola fasilitas publik juga memiliki peran penting dengan menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer, serta melakukan pembersihan rutin pada permukaan yang sering disentuh masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Mikael berharap masyarakat menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, baik sebelum maupun setelah beraktivitas di fasilitas publik. Dengan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penyebaran kuman dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....