Posisi dan Perlekatan Jadi Kunci Sukses Menyusui, Ini Penjelasan Konselor Laktasi
- 16 Jul 2026 20:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Teknik posisi dan perlekatan yang benar menjadi kunci utama agar proses menyusui berjalan nyaman serta mencegah puting lecet dan nyeri pada ibu. Kesalahan dalam teknik menyusui tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat menghambat pengeluaran Air Susu Ibu (ASI).
Hal tersebut disampaikan dr. Yolanda Elisabeth, WHO Certified Lactation Counselor, dalam program Zona Edukasi di RRI Labuan Bajo, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut dr. Yolanda, salah satu penyebab utama ibu mengalami puting lecet adalah posisi bayi yang kurang tepat saat menyusu. Karena itu, sebelum mulai menyusui, ibu perlu memastikan posisi tubuh bayi sudah benar.
“Saat menyusui, posisi tubuh bayi harus lurus. Pastikan telinga, bahu, dan pinggul bayi berada dalam satu garis sejajar,” ujar dr. Yolanda.
Ia juga menjelaskan, posisi tubuh yang lurus akan memudahkan bayi menelan ASI dengan baik sekaligus mencegah leher bayi tegang atau tersedak selama proses menyusui.
Selain posisi tubuh, perlekatan atau latch-on juga menjadi faktor penting. Dr. Yolanda mengatakan, bayi sebaiknya tidak hanya mengisap puting, melainkan harus membuka mulut lebar hingga mencakup sebagian besar areola, terutama bagian bawah. Dengan demikian, puting dapat masuk lebih dalam ke mulut bayi sehingga tidak terjepit oleh bibir atau gusi.
Menurutnya, teknik perlekatan yang benar akan membuat proses menyusui tidak terasa sakit. Isapan bayi juga dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin secara optimal sehingga produksi ASI menjadi lebih lancar.
Lebih lanjut, dr. Yolanda menambahkan, edukasi mengenai teknik menyusui sebaiknya dimulai sejak satu jam pertama setelah bayi lahir melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Proses tersebut membantu bayi belajar mencari puting dan melekat dengan benar secara alami.
Ia menekankan pentingnya pendampingan dari konselor laktasi serta dukungan keluarga selama masa menyusui. Keluarga diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu, termasuk tambahan sekitar 700 kalori per hari, serta menjaga kondisi psikologis ibu agar terhindar dari stres.
“Menyusui adalah proses yang melibatkan edukasi yang tepat, dukungan lingkungan, dan kasih sayang. Jika posisinya benar dan ibunya relaks, menyusui akan menjadi momen yang sangat indah,” ungkap dr. Yolanda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....