Heatstroke Meningkat saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

  • 15 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Heatstroke merupakan bentuk paling berat dari penyakit akibat paparan panas (heat-related illness). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa heatstroke terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu mengendalikan suhu tubuh. Akibatnya, suhu tubuh dapat meningkat hingga mencapai sekitar 41 derajat Celsius atau lebih dalam waktu 10 hingga 15 menit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak, gagal organ, bahkan kematian apabila tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Peningkatan risiko heatstroke juga menjadi perhatian para ahli kesehatan seiring perubahan iklim yang menyebabkan gelombang panas semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Tarumanagara Medical Journal tahun 2025 menyebutkan bahwa insiden heatstroke terus meningkat seiring meningkatnya paparan suhu ekstrem akibat perubahan iklim.

Gejala heatstroke perlu dikenali sejak dini. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain suhu tubuh sangat tinggi, kulit terasa panas, kebingungan atau linglung, sakit kepala, pusing, mual, bicara tidak jelas, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Pada sebagian kasus, penderita masih dapat berkeringat, terutama jika heatstroke dipicu aktivitas fisik berat.

Kelompok yang paling rentan mengalami heatstroke meliputi lansia, bayi dan anak-anak, ibu hamil, pekerja lapangan, atlet, serta orang yang memiliki penyakit kronis seperti gangguan jantung, ginjal, atau paru-paru. Penggunaan beberapa jenis obat tertentu juga dapat meningkatkan risiko karena memengaruhi kemampuan tubuh mengatur suhu.

Dokter menyarankan masyarakat untuk segera memberikan pertolongan pertama apabila menemukan seseorang yang diduga mengalami heatstroke. Langkah yang dapat dilakukan antara lain memindahkan korban ke tempat yang teduh atau berpendingin, melonggarkan atau melepas pakaian yang berlebihan, mengompres tubuh menggunakan air dingin atau handuk basah, serta mengipasi tubuh agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat. Jika penderita tidak sadar atau menunjukkan gangguan kesadaran, segera hubungi layanan medis darurat dan jangan memaksa memberikan minuman karena berisiko menyebabkan tersedak.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Untuk mencegah heatstroke, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih meski belum merasa haus, mengenakan pakaian yang longgar dan berwarna terang, membatasi aktivitas berat saat cuaca sedang terik terutama pada siang hari, menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan, serta beristirahat secara berkala di tempat yang sejuk. Bagi pekerja luar ruangan, penyesuaian waktu kerja dan pemberian waktu istirahat yang cukup juga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko paparan panas berlebihan.

Meningkatnya suhu udara akibat cuaca panas menjadi pengingat bahwa heatstroke bukan sekadar rasa kepanasan biasa, melainkan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat. Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan pertolongan pertama secara tepat, dan menerapkan langkah pencegahan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak serius heatstroke serta tetap beraktivitas dengan aman di tengah cuaca panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....