Sensasi Aneh yang Membuat Seseorang Merasa Pernah Mengalami Peristiwa
- 14 Jul 2026 22:12 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pernahkah Anda berada di suatu tempat atau mengalami suatu kejadian untuk pertama kali, tetapi tiba-tiba merasa seolah-olah pernah mengalaminya sebelumnya? Fenomena tersebut dikenal dengan istilah déjà vu, sebuah pengalaman psikologis yang cukup umum terjadi di masyarakat.
Istilah déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti "sudah pernah melihat". Menurut WebMD, déjà vu merupakan sensasi ketika seseorang merasa pernah mengalami situasi yang sedang terjadi, meskipun secara logis ia mengetahui bahwa pengalaman tersebut sebenarnya baru pertama kali dialami. Sekitar 60 hingga 70 persen orang diperkirakan pernah mengalami fenomena ini setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Dalam kamus psikologi yang diterbitkan oleh Universitas Bina Nusantara (Binus), déjà vu didefinisikan sebagai perasaan bahwa suatu peristiwa atau adegan yang baru dialami sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun, orang yang mengalaminya umumnya tidak mampu mengingat secara jelas kapan atau di mana pengalaman tersebut pernah terjadi.
Para ilmuwan hingga kini masih meneliti penyebab pasti dari déjà vu. Menurut Association for Psychological Science (APS), salah satu teori yang banyak diterima menyebutkan bahwa fenomena ini terjadi ketika sistem pengenalan dan sistem memori di otak bekerja tidak selaras. Akibatnya, otak memberikan sinyal "familiar" terhadap suatu pengalaman baru, meskipun tidak ada ingatan nyata yang sesuai dengan pengalaman tersebut.
Sementara itu, University of Queensland menjelaskan bahwa déjà vu dapat muncul ketika seseorang berada dalam situasi yang memiliki kemiripan dengan pengalaman masa lalu, tetapi kemiripan tersebut tidak disadari secara penuh. Otak kemudian mengenali pola yang mirip dan memunculkan perasaan bahwa kejadian tersebut pernah dialami sebelumnya.
Menurut Healthline, faktor seperti kelelahan, stres, kurang tidur, dan aktivitas mental yang tinggi diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami déjà vu. Fenomena ini umumnya tidak berbahaya dan dianggap sebagai bagian normal dari cara kerja memori manusia.
Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa déjà vu yang terjadi sangat sering dan disertai gejala lain, seperti kehilangan kesadaran, kejang, atau gangguan memori, perlu mendapatkan perhatian medis. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, fenomena tersebut dapat berkaitan dengan gangguan neurologis, termasuk epilepsi lobus temporal.
Bagi sebagian orang, déjà vu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis atau kemampuan meramalkan masa depan. Namun, hingga saat ini penelitian ilmiah lebih banyak menghubungkannya dengan proses memori dan cara otak mengenali suatu pengalaman, bukan dengan kemampuan supranatural.
Walaupun masih menyimpan banyak misteri, déjà vu memberikan gambaran menarik tentang kompleksitas kerja otak manusia. Fenomena singkat yang hanya berlangsung beberapa detik ini menunjukkan bahwa sistem memori dan persepsi manusia tidak selalu bekerja dengan sempurna, tetapi justru menjadi jendela bagi para ilmuwan untuk memahami lebih dalam cara otak memproses pengalaman sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....