Bahaya Makan Beras Mentah yang Perlu Diwaspadai

  • 14 Jul 2026 22:44 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Umumnya, beras diolah terlebih dahulu menjadi nasi sebelum dikonsumsi. Namun, ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan mengunyah atau memakan beras mentah, baik karena iseng, menyukai teksturnya, maupun akibat kondisi tertentu. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sebaiknya tidak dianggap remeh karena dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan.

Mengapa Ada Orang Suka Makan Beras Mentah?

Keinginan mengonsumsi beras mentah terkadang hanya merupakan kebiasaan. Namun, pada beberapa kasus, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan pica, yaitu gangguan makan yang membuat seseorang ingin mengonsumsi benda atau bahan yang bukan makanan siap santap, seperti tanah, kapur, es batu, atau beras mentah. Kondisi ini dapat dipicu oleh kekurangan zat besi, kekurangan mineral tertentu, atau faktor psikologis, sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut jika berlangsung terus-menerus.

Bahaya Makan Beras Mentah

1. Meningkatkan Risiko Keracunan Makanan

Beras mentah dapat membawa bakteri, terutama Bacillus cereus, yang menghasilkan spora tahan panas. Meskipun proses memasak tidak selalu menghilangkan seluruh spora, memasak dengan benar dapat menurunkan jumlah bakteri dan membuat beras jauh lebih aman dibandingkan dikonsumsi dalam keadaan mentah. Jika bakteri berkembang, seseorang dapat mengalami mual, muntah, diare, hingga kram perut.

2. Sulit Dicerna

Butiran beras mentah memiliki tekstur keras sehingga sistem pencernaan membutuhkan usaha lebih untuk mencernanya. Akibatnya, seseorang bisa mengalami rasa tidak nyaman di perut, kembung, sembelit, atau nyeri perut, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

3. Mengganggu Penyerapan Nutrisi

Beras mentah mengandung senyawa alami seperti asam fitat (phytic acid). Dalam jumlah besar, senyawa ini dapat mengikat mineral seperti zat besi, seng, dan kalsium sehingga penyerapannya di dalam tubuh menjadi berkurang. Bila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus tanpa pola makan yang baik, risiko kekurangan beberapa mineral penting dapat meningkat.

4. Berisiko Melukai Gigi

Tekstur beras mentah yang keras dapat menyebabkan gigi cepat aus, retak, atau bahkan patah, terutama pada orang yang memiliki gigi sensitif atau tambalan gigi.

5. Dapat Menjadi Tanda Gangguan Kesehatan

Apabila keinginan makan beras mentah muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal adanya kekurangan nutrisi atau gangguan makan yang memerlukan penanganan tenaga kesehatan.

Apakah Beras Mentah Mengandung Racun?

Beras mentah bukanlah makanan yang secara alami mengandung racun. Namun, karena belum melalui proses pencucian dan pemasakan, beras masih mungkin mengandung debu, kotoran, atau mikroorganisme dari proses penyimpanan dan distribusi. Oleh karena itu, memasak beras hingga matang merupakan cara terbaik untuk membuatnya lebih aman dikonsumsi.

Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Beras Mentah

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki kebiasaan mengunyah beras mentah, beberapa langkah berikut dapat dicoba:

• Penuhi kebutuhan gizi dengan pola makan seimbang.

• Konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

• Alihkan keinginan mengunyah dengan camilan sehat, seperti buah atau kacang tanpa garam.

• Periksakan diri ke dokter apabila kebiasaan tersebut berlangsung lama atau disertai gejala lain, seperti mudah lelah, pucat, atau penurunan berat badan.

Makan beras mentah bukanlah kebiasaan yang dianjurkan. Selain lebih sulit dicerna, beras mentah dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, mengurangi penyerapan beberapa mineral penting, dan berpotensi membawa bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Jika kebiasaan ini terjadi sesekali mungkin tidak selalu menimbulkan masalah, tetapi bila dilakukan terus-menerus, sebaiknya segera dicari penyebabnya dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....