Psikolog Tekankan Kehadiran Orang Tua Wujudkan Keluarga Sejahtera Anak Berdaya
- 08 Jul 2026 09:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Keluarga yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak. Kehadiran ayah dan ibu dalam proses pengasuhan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi karakter, kepercayaan diri, maupun kesehatan emosional. Oleh karena itu, peran kedua orang tua perlu berjalan seimbang agar anak memperoleh dukungan yang utuh di lingkungan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Psikolog Imelda Prista Liona, M.Psi. dalam program Obrolan Psikologi RRI Malang bertema "Keluarga Sejahtera, Anak Berdaya." Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak, sementara ayah dan ibu adalah guru pertama yang memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian, nilai-nilai kehidupan, serta perkembangan emosional anak sejak usia dini.
Imelda menjelaskan bahwa keberhasilan pengasuhan tidak dapat dibebankan hanya kepada salah satu orang tua. Ayah dan ibu perlu bekerja sama menjalankan perannya masing-masing, saling mendukung, dan membangun komunikasi yang baik demi menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi anak.
Ia juga menyoroti fenomena fatherless yang masih banyak dijumpai di Indonesia. Menurutnya, selama ini peran ayah sering kali dipersempit hanya sebagai pencari nafkah, padahal kehadiran ayah dalam kehidupan anak memiliki pengaruh yang sangat besar. Ayah tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga berperan dalam proses pengasuhan, pendidikan, pemberian teladan, hingga pembentukan rasa percaya diri anak.
Imelda menjelaskan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari membantu anak mengembangkan berbagai keterampilan penting, seperti kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi dalam lingkungan sosial, serta mengelola emosi dengan lebih baik. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ayah dalam proses belajar dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi dan prestasi akademik anak.
Selain peran ayah dan ibu, suasana rumah yang hangat serta komunikasi yang sehat juga menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sejahtera. Anak membutuhkan lingkungan yang memberikan rasa aman, diterima, dan didengarkan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Menurut Imelda, anak merupakan peniru yang sangat baik sehingga perilaku, kebiasaan, dan cara berkomunikasi orang tua akan menjadi contoh yang mereka rekam dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa keluarga yang harmonis bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah. Sebaliknya, keluarga yang harmonis adalah keluarga yang mampu menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi, saling menghargai, saling mendukung, serta terus belajar dan bertumbuh bersama. Dengan pola pengasuhan yang positif dan keterlibatan aktif kedua orang tua, anak akan memiliki bekal yang kuat untuk berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....