Psikiater Imbau Masyarakat Lakukan Mental Health Check sejak Dini
- 02 Jul 2026 12:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemeriksaan kesehatan mental atau mental health check sebaiknya dilakukan sejak dini sebagai langkah mengenali kondisi psikologis seseorang. Pemeriksaan tidak harus menunggu munculnya gangguan yang berat, melainkan dapat dilakukan ketika seseorang mulai merasakan perubahan pada pikiran, perasaan, maupun perilakunya.
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, dr. Ika, Sp.KJ, saat diwawancarai oleh host Pro 2 RRI Malang, Irene Nathasya, dalam program Jaga Malam bertema Mental Health Check: Sudahkah Kita Peduli?
Menurut dr. Ika, langkah awal melakukan mental health check dapat dimulai dengan mengenali perubahan yang terjadi pada diri sendiri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional yang dirasakan, terutama apabila sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Kalau kembali ke tiga hal, yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku. Apakah ada pikiran tertentu yang terus-menerus muncul dan membuat kita tidak nyaman? Apakah ada perasaan yang berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas? Atau ada perilaku yang berubah dan mengganggu aktivitas sehari-hari? Itu yang perlu kita waspadai," ujar dr. Ika kepada RRI, Rabu (1/7/2026)
Ia menjelaskan, seseorang tidak perlu merasa malu atau takut untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater. Pemeriksaan sejak dini justru dapat membantu memastikan apakah kondisi yang dialami masih tergolong normal atau sudah memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Datang ke profesional tidak perlu menunggu parah. Tujuannya untuk memastikan apakah kita baik-baik saja atau memang ada masalah yang perlu dibantu penyelesaiannya," katanya.
Menurut dr. Ika, prinsip utama dalam penanganan gangguan kesehatan mental adalah mencari pertolongan sedini mungkin. Semakin cepat seseorang mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang tepat, peluang untuk pulih juga semakin besar.
"Waktu terbaik mencari pertolongan adalah secepat mungkin. Semakin ringan gangguannya dan semakin cepat mendapatkan penanganan yang tepat, kemungkinan untuk sembuh juga semakin besar," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh stigma yang masih berkembang terkait layanan kesehatan jiwa. Berkonsultasi ke psikiater bukan berarti seseorang mengalami gangguan jiwa berat, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.
"Datang ke psikiater bukan berarti seseorang mengalami gangguan jiwa berat. Sama seperti memeriksakan kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga dan diperiksa apabila dirasa ada yang tidak biasa," tuturnya.
Dr. Ika berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Dengan mengenali gejala sejak dini dan tidak ragu mencari bantuan profesional, berbagai gangguan kesehatan mental dapat ditangani lebih cepat sehingga tidak mengganggu kualitas hidup maupun produktivitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....