Kesadaran Kesehatan Mental Meningkat, Gen Z Dinilai Semakin Peduli

  • 02 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini terlihat dari semakin terbukanya masyarakat, terutama generasi Z, dalam membahas isu kesehatan mental serta meningkatnya keinginan untuk mencari informasi maupun bantuan profesional.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, dr. Ika, Sp.KJ, mengatakan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental mulai terlihat setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, akses informasi yang semakin luas membuat masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.

"Kalau kepedulian saya rasa memang sudah mulai meningkat dibanding beberapa tahun yang lalu. Terutama setelah pandemi, akses terhadap layanan kesehatan jiwa dan informasi mengenai mental health semakin luas sehingga awareness masyarakat lebih tinggi," ujar dr. Ika saat di wawancarai dalam program jaga malam mental health di Pro 2 RRI Malang, Kamis (2/7/2026)

Ia menjelaskan, kelompok yang paling terlihat mengalami peningkatan kesadaran adalah generasi Z. Kelompok usia muda dinilai lebih berani membicarakan kondisi psikologis yang dialami dan tidak lagi menganggap pembahasan mengenai kesehatan mental sebagai sesuatu yang tabu.

"Terutama pada Gen Z, awareness terhadap kesehatan mental sudah mulai meningkat. Mereka lebih terbuka untuk mencari informasi dan mulai peduli terhadap kondisi kesehatan mentalnya sendiri," katanya.

Meski demikian, dr. Ika menilai masih terdapat stigma di sebagian masyarakat yang menganggap berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater identik dengan gangguan jiwa berat. Stigma tersebut, menurutnya, masih menjadi salah satu penghambat seseorang untuk mencari pertolongan ketika mengalami masalah psikologis.

Padahal, lanjutnya, konsultasi dengan tenaga profesional tidak harus menunggu kondisi seseorang menjadi berat. Pemeriksaan kesehatan mental dapat dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengetahui kondisi psikologis sejak dini sekaligus memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan adanya gangguan.

"Datang ke psikolog atau psikiater tidak perlu menunggu kondisi menjadi parah. Semakin cepat seseorang mencari pertolongan dan mendapatkan penanganan yang tepat, maka peluang untuk pulih juga akan semakin besar," jelasnya.

Dr. Ika berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental juga diikuti dengan berkurangnya stigma terhadap layanan kesehatan jiwa. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi ragu untuk memeriksakan kondisi psikologisnya sebagaimana melakukan pemeriksaan kesehatan fisik.

Menurutnya, kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu mengelola emosi, menjalankan aktivitas secara produktif, serta berkontribusi positif di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....