Narkoba Picu Depresi hingga Risiko Bunuh Diri

  • 24 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dampaknya tidak hanya menyebabkan ketergantungan, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental, fungsi otak, hingga berbagai organ vital yang berujung pada gangguan kesehatan kronis.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Subspesialis Adiksi Konsultan, Luh Nyoman Alit Aryani, mengatakan penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan besar di Indonesia maupun dunia. Selain tingginya angka pengguna, peredaran narkoba juga terus berkembang dengan munculnya berbagai jenis zat psikoaktif baru.

"Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), ratusan juta orang di dunia pernah mengalami penyalahgunaan narkoba. Di Indonesia sendiri jumlahnya mencapai jutaan orang," kata Alit Aryani dalam Talkshow Keluarga Sehat yang disiarkan Kementerian Kesehatan RI.

Ia menjelaskan, narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Penggunaannya dapat memengaruhi kesadaran, emosi, pola pikir, perilaku, hingga memicu ketergantungan.

Menurut Alit, salah satu bahaya utama narkoba adalah kemampuannya mengubah sistem penghargaan (reward system) di otak. Saat seseorang menggunakan narkoba, kadar dopamin meningkat sehingga menimbulkan rasa senang yang mendorong pengguna untuk mengulangi pemakaian.

"Ketika digunakan berulang kali, otak akan mengingat sensasi tersebut dan memunculkan keinginan kuat untuk memakai kembali. Dari sinilah proses kecanduan terjadi," ujarnya.

Selain memicu ketergantungan, penyalahgunaan narkoba juga berdampak pada kesehatan mental. Pada tahap awal, pengguna dapat mengalami perubahan suasana hati, gangguan tidur, kecemasan, hingga kesulitan mengendalikan emosi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan kejiwaan yang lebih serius.

"Penggunaan narkoba dapat memicu gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar, hingga gangguan psikotik yang ditandai dengan halusinasi dan perilaku agresif," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, Alit mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba juga berhubungan dengan meningkatnya risiko bunuh diri. Hal ini dipengaruhi oleh munculnya depresi, gangguan pengendalian impuls, serta halusinasi yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan membahayakan diri sendiri.

Tidak hanya menyerang kesehatan mental, narkoba juga berdampak pada kesehatan fisik. Organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal, dan sistem saraf dapat mengalami kerusakan akibat penggunaan zat adiktif dalam jangka panjang.

"Pada kasus tertentu, penggunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan irama jantung, serangan jantung, stroke, gangguan fungsi ginjal, hingga kerusakan hati yang memerlukan penanganan medis serius," katanya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Alit menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat hingga pemerintah. Edukasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba, terutama di kalangan remaja dan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....