Begini kata Dokter Karakteristik Bahaya Hantavirus

  • 13 Jun 2026 15:44 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap ancaman Hantavirus. Berbeda dengan COVID-19, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan khususnya tikus ke manusia, dengan tingkat penularan antar manusia yang sangat terbatas.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan, dr. Ibrahim Darmawan, mengungkapkan bahwa karakteristik virus ini sangat bergantung pada varian sel yang diserang pada tubuh manusia.

"Hantavirus ini utamanya menyerang sel endotel atau sel yang melapisi pembuluh darah kita," katanya, Kamis, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, ada dua jenis manifestasi klinis utama dari virus ini, yaitu HFRS yang menyerang ginjal dan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang menyerang organ paru-paru. Varian HPS yang menyerang paru-paru dikenal jauh lebih berbahaya karena memiliki tingkat kematian (case fatality rate) mencapai 60 persen.

"Kalau paru terganggu, dalam hitungan menit hingga jam pasien bisa memburuk dengan cepat karena kekurangan oksigen," katanya menjelaskan.

dr. Ibrahim juga mengingatkan bahwa penularan utama virus ini terjadi melalui udara (airborne) akibat kotoran atau urine tikus yang mengering dan terbang saat dibersihkan. Oleh sebab itu, metode membersihkan area yang rawan tikus harus dilakukan dengan benar.

"Jangan menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena debunya akan berterbangan. Sebaiknya gunakan lap basah dan masker," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....