Sedentary Lifestyle, Gaya Hidup Minim Gerak yang Perlu Diwaspadai

  • 24 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Kesehatan RI melalui unggahan edukasi di media sosial Instagram (@kemenkes_ri), mengingatkan masyarakat tentang bahaya sedentary lifestyle atau gaya hidup minim gerak. Pola hidup ini ditandai dengan kebiasaan duduk atau berbaring terlalu lama di luar jam tidur, yang kini semakin sering terjadi di tengah penggunaan gadget dan aktivitas digital sehari-hari.

Kemenkes menjelaskan bahwa banyak orang menganggap kebiasaan tersebut sebagai hal sepele. Padahal, terlalu lama duduk dan kurang bergerak dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Dalam informasi yang dibagikan, sedentary lifestyle dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat sehingga pembakaran kalori menjadi tidak maksimal. Kondisi ini berpotensi membuat berat badan meningkat secara perlahan. Selain itu, gaya hidup minim gerak juga membuat jantung bekerja kurang optimal dan dapat memicu tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung.

Tidak hanya itu, kurangnya aktivitas fisik juga berdampak pada kekuatan otot dan tulang. Postur tubuh dapat memburuk dan nyeri punggung lebih mudah muncul akibat terlalu lama duduk. Dari sisi kesehatan mental, sedentary lifestyle disebut dapat menurunkan produksi endorfin sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah, stres, dan mengalami penurunan suasana hati.

Kualitas tidur pun ikut terpengaruh. Tubuh yang kurang bergerak membuat seseorang lebih sulit merasa lelah secara alami sehingga waktu istirahat menjadi kurang nyenyak.

Untuk mencegah sedentary lifestyle, Kemenkes menganjurkan masyarakat mulai menerapkan kebiasaan sederhana dalam aktivitas harian. Salah satunya dengan melakukan peregangan setiap 60 menit, terutama bagi pekerja atau pelajar yang banyak duduk di depan layar komputer maupun ponsel.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan tangga dibanding lift jika memungkinkan, membatasi waktu layar di luar jam kerja atau belajar, serta meluangkan waktu untuk aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau berkebun.

Kemenkes menegaskan bahwa tubuh manusia diciptakan untuk bergerak, bukan duduk diam sepanjang hari. Karena itu, olahraga berat bukan menjadi satu-satunya solusi. Berdiri, berjalan, atau melakukan gerakan ringan setiap jam sudah menjadi langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....