Fenomena Baru yang Bikin Otak Lelah

  • 11 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pernah merasa sulit fokus, cepat bosan, atau tanpa sadar terus menggulir media sosial selama berjam-jam? Jika iya, kamu mungkin pernah mengalami fenomena yang kini populer disebut brain rot.

Istilah brain rot belakangan ramai diperbincangkan di media sosial untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa pikirannya “lelah” akibat terlalu banyak mengonsumsi konten digital, terutama video pendek, meme, atau informasi yang datang secara terus-menerus.

Mengutip penjelasan dari Oxford University Press⁠, istilah brain rot digunakan untuk menggambarkan penurunan kualitas perhatian atau kemampuan berpikir akibat terlalu banyak mengonsumsi konten yang dianggap dangkal atau berulang di internet.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan kebiasaan doomscrolling, yakni terus-menerus melihat informasi di media sosial tanpa henti. Akibatnya, otak terbiasa menerima stimulasi cepat sehingga seseorang menjadi lebih sulit berkonsentrasi pada aktivitas yang membutuhkan fokus lebih lama, seperti membaca, belajar, atau bekerja.

Menurut Cleveland Clinic⁠, paparan layar berlebihan dan konsumsi informasi tanpa jeda dapat memicu kelelahan mental, menurunkan rentang perhatian, serta memengaruhi kualitas tidur. Kondisi ini juga dapat menyebabkan seseorang merasa lebih mudah cemas atau kehilangan motivasi.

Gejala yang sering dikaitkan dengan brain rot antara lain sulit fokus, cepat terdistraksi, mudah lupa, merasa lelah meski tidak banyak aktivitas fisik, hingga dorongan kuat untuk terus membuka media sosial.

Sementara itu, Harvard Medical School⁠ menjelaskan bahwa otak manusia membutuhkan waktu istirahat dari stimulasi digital yang terus-menerus. Membatasi waktu layar, tidur cukup, berolahraga, membaca buku, atau melakukan aktivitas tanpa gawai dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Pakar kesehatan mental mengingatkan bahwa brain rot bukan diagnosis medis resmi, tetapi istilah populer yang menggambarkan dampak kebiasaan digital berlebihan terhadap kemampuan berpikir dan fokus seseorang.

Masyarakat diimbau mulai menerapkan pola penggunaan gawai yang lebih sehat, seperti memberi jeda saat bermain media sosial, membatasi durasi layar, dan memperbanyak aktivitas di dunia nyata agar keseimbangan mental tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....